YouTube sekarang mengambil alih video video yang diketahui lebih ekstrimis – Perubahan besar dalam kebijakan YouTube

0
215

braind.id – Google telah menkonfimasikan perubahan kebijakan utama dalam bagaimana Yahoo mendekati konten extremist. Jurubicara mengatakan pada kami jika kebijakannya telah memperluas pengambil alihan konten extremist. Bukan hanya menghapus video video yang secara langsung menyebarkan kebencian atau berusaha untuk menghasut melakukan kekerasan tetapi juga menghapus nama video terrorist, kecuali isinya bersifat jurnalistik dan pendidikan – seperti misalnya tentang dokumentasi dan laporan berita
Perubahan tersebut diumumkan oleh Reuters baru baru ini, menyusul suatu pemberitaan oleh New York Time pada hari senin yang mengatakan YouTube telah mengurangi secara drastis konten yang menunjukan kotbah-kotbah yang dilakukan oleh ulama jihat, Anwar al-Awlaki – penghapusan video video iman iman radikal tersebut yang tidak secara langsung menyebarkan kebencian namun membicarakan berbagai topik topik yang bukan kekerasan pura-pura
Al-Awlaki terbunuh pada suatu dentuman serangan Amerika enam tahun yang lalu, namun dikatakan masih memiliki pemimpin jihat karena adanya kotbah kotbah warisan nya yang demikian luas dan dapat dibuka dengan mudah.
Dalam suatu percakapan telepon dengan TechCrunch, seorang jurubicara YouTube menegaskan sekitar lima puluh ribu video videao ajaran ajaran al-Awlaki telah dihapus saat ini.
Masih ada content al-Awlaki di YouTube – dan dia menekankan tidak akan pernah habis video video nya karena telah dirubah pencarian namanya. Akan tetapi tujuan nya adalah menghapus content yang diciptakan oleh para extremist dan menghilangkan ungahan lainnya dari video yang sama.
Pembelakuan kebijakan tersebut masih sedang dalam proses, tambahnya.
Kata dia kebijakan perubahan terjadi sebagaimana YouTube bekerja lebih seksama dengan jaringan para LSM yang bekerja dalam kapasitas ini dan juga peranan kebijakan content program terpecaya dalam komunitasnya
Tahun ini YouTube dan pengguna lainnya dibagikan landasan content yang juga terjadi karena peningkatan tekanan politik agar mangambil sikap yang lebih tegas terhadap konten extremist. Sementara YouTube juga mengahadapi reaksi pengiklan yang didapatkan menampilkan content extremist.
Pada bulan Juni perusahaan mengumumkan suatu tindakan berseri yang ditujukan pada perluasan usaha YouTube untuk memerangi propaganda Jihat – termasuk penggunanaan teknologi yang secara otomatis mengindentifikasi content, juga menambahkan lima puluh LSM untuk program terpercaya, dan mengembangkan usaha melawan radikalisme – seperti misalnya merubah pandangan content jihat yang menghilangkan prasangka orang ketika pengguna YouTube mencari kalimat kalimat yang memicu extremist.
Akan tetapi, saat itu, YouTube mendayung kembali karena mengambil alih content yang bukan kekerasan extremist, sebaliknya YouTube akan menampilkan peringatan yang bersifat interstitial terhadap video yang bemuatan perdagangan agama atau yang bersifat supremasi, juga untuk mematahkan kemampuan para penggugah untuk menguangkan jenis tipe konten ini
“Kami mengira tindakalan ini adalah suatu keseimbangan yang tepat antara kebebasan berekspresi dan akses untuk mendapatkan informasi tampa melihat pelanggaran yang sangat meningkat.,”kata Kent Walker pengamat dan penasehat umum Google.
Jelas sekarang apa yang telah diputuskan, kenyataannya itu tidak melakukan keseimbangan yang tepat secara terus menerus menjadi tuan rumah yang memberikan akses pada kotbah kotbah yang dibuat oleh Extremis.
Menurut Jurubicara YouTube, pemerintah telah berhasil mendata nama teroris dan organisasi teroris dunia sehingga mengetahuii secara perorangan untuk siapa kebijakan yang diambil lebih luas akan berlaku
Dia menegaskan bahwa saat ini semua content dihapus karena berkenaan dengan kebijakan lebih luas terhadap al-Awlaki, Tetapi gagasan ini memperluas terbukanya daftar ekstrimes lainnya dari video video yang bukan kekerasan
Hal ini tidak jelas apakah daftar tersebut ditujukan pada public, Jurubicara tersebut menunjuk harapannya YoutTube akan merujuk kepada public, dan perusahaan akan berkomunikasi dengan Departemen Pemerintahan secara transparan.
Dia berkata YouTube bergantung pada tim moderator yang ada untuk memberlakukan perluasan kebijakan tersebut, dengan menggunakan campuran dari teknolgi mesin pembelajaran untuk membantu mengindentifikasi content dan tinjauan manusia memahami konteks tersebut
Tambahnya bahwa YouTube sedang memikirkan mengenai adaptasi kebijakannya terhadap konten ektrimis selama lebih dari setahun – namun menghindari pengambilan tindakan ini pada bulan Juni
Dia juga berusaha untuk menurunkan cara perubahan kebijakan tersebut karena tanggapan pemerintah yang menekan untuk membasmi Ektrimis secara online.
Sumber berita –  Natasha Lomas,TechCrunch 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here