Walikota Makassar Jadi Pembicara Dalam Economic Outlook Perspektif Kepala Daerah

0

JAKARTA, braind.id Dialog Economic Outlook Perspektif Kepala Daerah yang digelar oleh Bidang Ekonomi Pembangunan Nasional PB HMI 2018-2020, menghadirkan Walikota Makassar, Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto, akrab disapa Dany Pomanto, menjadi narasumber kepala daerah perdana yang di undang sebagai pembicara dalam diskusi, di sekretariat PB HMI Jalan Sultan Agung No 25 A. Jakarta, Jumat (02/02/2019).

Hadir dalam acara, Ketua Umum PB HMI R. Saddam Al Jihad, Unsur Ketua Bidang serta Fungsionaris PB HMI. Moderator acara Wasekjen PB HMI Andra  mengatakan bahwa kenapa Makassar pertama kali di undang,

sebab, kata Andra, dari beberapa tahun terakhir Makassar sebagai centrum indonesia timur memperlihatkan trend pertumbuhan ekonomi yang positive di atas angka 8 Persen jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional, yang di angka 5 Sekian Persen,

Lanjutnya, begitupun IPM kota Makassar menunjukkan angka signifikan yakni di angka 82 sekian persen, dan Makassar di bawah kepemimpinan bapak Ir.H.Mohammad Ramdhan Pomanto juga sangat memberikan ruang bagi para pemuda untuk berkreasi.

“Sesuai visi PB HMI yang ingin mendorong kaum muda untuk lebih aktif dalam pembangunam bangsa,” tutup Andra.

Dalam Sambutannya, Ketua Umum PB HMI R. Saddam Al Jihad mengatakan, Dalam Hal ini, sangat mengapresiasi atas kehadiran Bapak Walikota Makassar di Sekretariat PB HMI,

Lanjut Saddam, bahwa makassar telah berhasil sebagai kota corong Indonesia Timur, dalam mengimplementasikan Revolusi Industri 4.0 dan ini di jadikan Roul Model Oleh HMI dalam menyambut Society 5.0 di berbagai negara seperti jepang telah di terapkan.

“Makassar banyak memberikan contoh terkait aktivitas kepemudaan yang produktif, selain itu Tata Kelola Pemerintahan sebagai acuan kemajuan kota Makassar patut di contohi, sehingga PB HMI sangat bangga kepada bapak walikota Makassar,” ujarnya.

“Sebagai salah satu Kepala Daerah Terbaik di Indonesia, dengan Ratusan Penghargaan selama memimpin Kota Makassar, bisa hadir langsung berdiskusi dengan Fungsionaris PB HMI di Sekretariat PB HMI,” kata R.Saddam Al Jihad.

Dalam sesi diskusi, Wali Kota Makassar Dany Pomanto, memaparkan Sejarah bangsa indonesia, karena jika kita hendak memajukan daerah atau sebuah bangsa, maka pemimpin itu harus mengenali terlebih dahulu daerah atau bangsa yang di pimpinnya, sampai pada kondisi Global pun tak luput beliau paparkan dalam diskusi tersebut.

Ia menjelaskan Tata Kelola Pemerintahannya Mulai dari RT/RW hingga SKPD, untuk mewujudkan kesejahteraan di masyarakat melalui program pemerintah maka di butuhkan keharmonisan di antara sesama birokrasi dalam lingkup pemerintahan makassar,

“Setelah itu dekati secara persuasif masyarakat, ambil hatinya Insya Allah kita sebagai pemerintah mudah dalam mengelola dan menjalankan semua program-program pemberdayaan dan pembangunan kota makassar,” tutur Walikota.

Dany Pomanto juga memaparkan beberapa program yang menjadi ungulan kota makassar seperti Ekonomi Lorong, Jagai Anakta, Makassar Smart City dan banyak program lainnya mendapat apresiasi dari masyarakat dan publik Indonesia.

“Metode metode leadhership dalam mengelola pemerintahan dengan BRAND, JANTUNG DAN SEL melalui Touching Hearth Protocol, Pendekatan dan Strategi serta antisipasi pemerintah dalam tanggap bencana,” katanya.

“Alhamdulillah dengan model seperti ini,  Dengan Kecanggihan Teknologi, kita sebagai pemerintah bisa menyampaikan ke masyarakat kemungkinan akan datangnya bencana alam, sehingga bisa meminimalisir korban, dan Alhamdulillah musibah banjir yang baru-baru ini terjadi di kota Makassar tidak ada korban jiwa,” terang Walikota.

Makassar dengan trend pertumbuhan ekonomi yang makin baik, lanjut Dany Pomanto, inflasi yang cenderung stabil PAD meningkat 50 % dari semula tahun 2014 hanya kisaran 500 M,

“Alhamdulillah makin meningkat dari tahun ke tahun dan saat ini sudah  mencapai 1,3 Triliun Lebih dan Insya Allah akan terus meningkat,” ucapnya.

“Pertumbuhan Ekonomi 8.40%, laju inflasi di angka 3,50% , kemiskinan di angka 4.41% , gini ratio 0.39% , IPM 81,13% , APBD 4,1 T , PDRB 158 T mengalami peningkatan dari tahun 2014 itu di angka 100 T,  Kepuasan Masyarakat 81% dan Kebahagiaan Masyarakat 76% berdasarkan data yang di kelola tahun 2018,” urai Dany Pomanto.

“Keberhasilan ini, terus bisa kita tingkatkan dengan catatan bahwa sebagai pemimpin dan aparatur negara sebagai pelayan publik, kita harus bekerja dengan ikhlas berfikir selalu yang positive,” Tutup Walikota Makassar

Sekedar untuk diketahui, Dany Pomanto selaku Walikota Makassar, dari 2014 memimpin kota Makassar hingga sekarang sudah mendapatkan 178 Penghargaan Nasional maupun internasional atas dedikasinya dalam membangun Bangsa terkhusus kota Makassar.

Dalam sesi terakhir, Abdul Muis selaku Ketua Bidang Ekonomi Pembangunan nasional PB HMI menjelaskan, Walikota Makassar dan Masyarakat Makassar pada umumnya akan sangat bangga jika Perayaan Milad ke 72 HMI Nanti di Pusatkan di Makassar, dan Makassar Insya Allah akan menjadi Tuan Rumah yang baik dalam menyambut kader-kader HMI, Calon Pemimpin Bangsa Kedepan.

“HMI adalah Organisasi Mahasiswa Tertua di Indonesia yang berdiri 5 Februari 1947 yang turut andil dalam berjuang mempertahankan tegaknya NKRI Hingga sekarang. Banyak Tokoh bangsa lahir dan besat dari Organisasi Harapan Indonesia ini. Atas dasar inilah Makassar dengan bangga siap menjadi Tuan Rumah Perayaan Milad ke 72 HMI,” terangnya.

“Makassar menuju Kota dunia adalah Visi Progresif, itu berarti Walikota makassar berpikir jauh kedepan. Sistem digitalisasi dalam mengelola pemerintahan sudah dilakukan sehingga memudahkan dalam sistem tatakelola sistem pemerintahan di Kota Makassar,” ucap Abdul.

Bukan hanya itu, kata dia, Makassar juga tidak hanya peduli pada pertumbuhan ekonomi, tapi juga terhadap lingkungan. Alhamdulillah di periodesasi Pak Dani Pomanto, ia telah membuat konsep yang telah ia jalankan dengan konsep ‘Lihat Sampah Ambil’, sampah itu tidak hanya dipungut lalu dibuang untuk lingkungan bersih, lewat itu juga masyarakat diharapkan menerima manfaat secara ekonomi.

“Banyak indikator yang telah dicapai, kita harus bangga memiliki walikota seperti beliau. Inilah peran HMI, menempatkan mereka yang berhasil sebagai role model pembangunan, sebaliknya yang tidak mampu harus di kritik, dengan cara ini bangsa akan bergerak maju bersama,” Tutup Abdul Muis. (RRR)