Tolak Pemberian Remisi Terhadap Pembunuh Wartawan, Presiden Didesak Batalkan Keppres Nomor 29 Tahun 2018

0
Demo Solidaritas Jurnalis/IST
MANOKWARI, braind.id – Menyikapi Pemberian Remisi terhadap pembunuh Wartawan Rasar Bali, Narandra Prabangsa berdasadkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Penjara Seumur Hidup Menjadi Hukum Sementara. Solidaras Jurnalis Manokwari (SJM), di Papua Barat menggelar aksi penolakan, Rabu (30/01/2019).
Aksi yang digelar di halaman Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Ham (Kanwil Kemenkumham) Perwakilan Provinsi Papua Barat berlangsung sekira pukul 09.30 WIT sampai dengan pukul 11.00 WIT itu dihadiri para jurnalis perwakilan media cetak, online, dan elektronik di wilayah Ibu Kota Provinsi Papua Barat.
Wartawan Papua Barat Pos sedang berorasi//IST
Addlu Raharusun, Koordinator Aksi dalam pembacaan pernyataan sikapnya menyatakan bahwa Solidaritas Jurnalis di Papua Barat menolak dengan tegas pemberian remisi kepada terpidana seumur hidup atas nama I Nyoma Surama dalam perkara pembunuhan berencana terhadap wartawan Radar Bali.
“Kami mendesak Presiden Joko Widodo mencabut dan membatalkan Keppres Nomor 29 Tahun 2018 dan Menolak dengan tegas kriminalisasi terhadap pers nasional,”katanya.
Wartawan sedang berorasi depan Kanwil Kemenhukam Papua Barat//IST
Kemudian, Solidaritas juga meminta negara menjamin dan melindungi Pers sesuai amanat Undang- Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers Nasional.
Seperti diketahui, Menkumham Yasonna Laoly mengatakan bahwa pemerintah tidak akan meninjau ulang Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Penjara Seumur Hidup Menjadi Hukuman Sementara.
Suasana Jurnalis Papua Barat sedang melalukan demontrasi//IST
Pasalnya, pemberian remisi kepada narapidana merupakan hal normal dan telah dilakukan melalui penilaian Tim Pengamatan Pemasyarakatan (TPP). [RED/ONE]