Tiba di Manokwari, Jenazah “Stevie Mambor” Dijemput Ratusan Rakyat Papua

21
Jenazah almahrum Stevie Mambor, di rumah duka di Manokwari//fg

MANOKWARI, braind.id – Ratusan masyarakat Papua dan solidaritas seniman musik menggelar penjemputan Jenazah Sang Legenda Musik Black Brothers, Stevie Mambor, di Bandara Rendani, Manokwari, Provinsi Papua Barat, Sabtu (12/05/2018).

Pantuan braind.id, janazah almahrum Stevie Mambor yang dikirim menggunakan Pesawat Batik Air tiba bandara rendani pukul 6.00 WIT pagi.

Selanjunya massa melakukan arak-arakan dengan jenazah almahrum menggunakan kendaraan roda dua maupun empat sambil diiringi suling tambur dari bandara rendani ke rumah duka keluaraga Pieter Mambor, di Kompleks Sanggeng.
Dalam arak-arakan tersebut terlihat dikawal oleh aparat keamana dari Polres Manokwari.

Sesampai dirumah duka, jenazah almahrum diserah oleh pihak manejement group Black Brothers ke keluaraga dan pemerintah yang di wakili Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi.

Jenazah almahrum di kawal enam orang diantaranya, yakni Benny Betay (pemain gitar bass group band black brothers), Herol Ayemseba (putra Andi Ayemseba), Rosa dan Petra (Anak dari almahrum Agus Rumaropen), Yano (Putra almahrum Stevie Mambor).

Informasi yang dihimpun, almahrum direncanakan di makamkan, di Kampung Susweni, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Senin (14/05/2018).

Almahrum Stevie Mambor pergi meninggalkan tiga orang anak dan satu istri.
Benny Betay, pemain gitar bass Black Brothers mengatakan, alhamarum Stevie Mambor dilarikan ke Rumah Sakit Kristen Calvari, Australia, Selasa (17/04/2018) dan meninggal Rabu (18/04/2018) pukul 6.00 WIT pagi.

“Beliau (alm Stevie Mambor) sudah sakit cukup lama, bahkan empat tahun lalu almahrum ini sebenarnya sudah meninggal dan sempat dimasukan di ruang mayat kurang lebih 25 menit, tapi setelah dicek ulang oleh medis dia (alm Stevie mambor) bangun dan dibawa pulang oleh keluarga ke rumah,”kata Beny Betay yang ditemui wartawan, di rumah duka almahrum Stevie Mambor, di Manokwari, Sabtu (12/05/2018).

Lanjutnya, kemudian dua tahun mendatang beliau (almahrum Stevie Mambor) mulai jatuh sakit dan menurut pihak media almahrum mengalami penyakit jantung.

Meski almahrum mengalami sakit yang cukup parah, namun sebut Benny Betay, almahrum masih tetap melakukan aktivitasnya sebagai seorang pemain drum. Tak hanya itu, almahrum juga tinggal di rumah sambil latihan menyanyi, karena Agustus 2018 mendatang group band black brothers akan di undang untuk melakukan konser di Jayapura, Papua.

“Tapi tiba-tiba pada 17 April lalu almahrum dilarikan ke RS oleh keluarganya, dan saya ditelpon dokter karena beliau (almahrum) sakit sudah semakin parah, bahkan pihak medis sudah lepas tangan. Akhirnya 18 April pagi almahrum meninggal dunia,”jelas Benny Betay dengan nada sedih.

Peti jenazah saat di Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat//fg

Padahal, Benny mengemukakan, dua tahun lalu almahrum terakhir masih bersama-sama dengan Black Brothers melakkan konser di Australia.

Dicecar mengenai keterlabatan pengiriman jenazah, Benny mengungkapkan, pengirim jenazah terlabat karena pengurusan surat-surat diantaranya surat Imigrasi, karena almahrum adalah warga negara Australia. [fg]

21 KOMENTAR

  1. Howdy! I just want to give you a big thumbs up for your great information you’ve got here on this post.
    I am coming back to your blog for more soon.

  2. I’m not that much of a online reader to be honest but your sites really nice,
    keep it up! I’ll go ahead and bookmark your site to come back down the road.
    Many thanks

  3. obviously like your website however you have to test the spelling
    on quite a few of your posts. A number of them are rife with spelling problems and I to find it very bothersome to inform the truth on the other hand
    I’ll definitely come back again.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here