Ternyata Pengadaan 119 Peti Mati ke Manokwari Illegal, Ini Penjelasannya

19
Ilustrasi
MANOKWARI, braind.id – Sebanyak 119 buah Peti Meti yang diduga diseludupkan ke Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat berapa waktu lalu ternyata dianggap illagel.
“Kita di kantor perijinan apabila mau keluarkan perijinan ke para pengusaha itu, sebelah dilakukan usaha yang bersangkutan harus mengurua ijin di kantor perijinan DPMSTP dan belum ada orang yang datang untuk mengurua ijin terkait pengadaan ini, jadi kami anggap ini illegal,”kata Kepala Bidang Penaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMSTP) Kabupaten Manokwari, Marthen Bonggoibo kepada braind.id, Jumat (2/11/2018).
Padahal, menurutnya, semua ijin usaha telah dipusatkan ke DPMSTP sesuai perintah pimpinan daerah dan sama sekali pihaknya belum mengatahui terkait ijin pengadaan peti mati tersebut.
“Tadi malam saya ada bicara dengan pemilik dan dia (pemilik-red) katakan bahwa setelah ada barang baru urus ijin, padahal sebenarnya tidak bisa seperti itu dan itu sudah melanggar aturan,”sebut Bonggoibo.
Dengan demikian, dia menegaskan bahwa barang-barang (Peti Mati-red) itu dikategorikan illegal. Sambungnya, dalam jangka waktu bersamaan setelah bertemu pemilik, dirinya bertemu dengan petugas MKL dan menyampaikan persoalan ini. Kemudian pihak MKL langsung kembali dan mengecek ekspedisi muatan kapal laut.
“Disitu ada tulisan nama Yopi dan segala macam. Jadi mereka tahu persis siapa yang terima barang-barang di pelabuhan, karena yang menerima itu dia mengetahui isi daripada kontener yang digunakan,”imbuh dia.
Dikemukakannya, memang belum diketahui surat dari pihak pelabuhan, tetapi tidak menutup kemungkinan pihak MKL sudah mengetahui isi dari kontener itu. Makanya yang membuat sampai dirinya kesal terhadap MLK itu, kenapa pihak MKL tidak menanyakan surat ijin pengadaan dan surat ijin usaha peti mati dari pemiliknya.
“Tapi sama sekali tidak ada ijin dan nanti pak bupati datang saya akan sampai ke bupati. Kemudian pemilik peti mati ini menyampaikan bahwa pemilik yang sesungguhnya ada di Jakarta,”pungkasnya.
Tak hanya itu, dia menambahkan, saat ditanya lagi, pemilik beralasan bahwa tempat atau gudang yang digunakan tepat di Kompleks Borarsi itu hanya sementara. Maka, Bonggoibo mengaku bingung saat mendengar alasan yang disampaikan. [RED/ONE]

19 KOMENTAR

  1. Asking questions are in fact nice thing if you are not understanding anything totally, except this paragraph gives
    good understanding yet.

  2. After looking into a few of the blog posts on your site, I honestly appreciate
    your way of writing a blog. I added it to my bookmark webpage list and will be checking back in the near future.

    Take a look at my website as well and let me know what you
    think.

  3. Sildenafil 25 Mg Online Bestellen Canada Cialis 40 Mg Clomapramine Online Order Australia Cash On Delivery Acticin Tab Usa Overseas Without Dr Approval Order Metformin Online

  4. May I simply say what a comfort to uncover a
    person that truly knows what they’re talking about on the
    web. You actually realize how to bring an issue to light
    and make it important. More and more people really need to look at this and understand this side of
    the story. It’s surprising you’re not more popular because you surely possess the gift.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here