Tahun ini, Program Peremajaan Sawit Ditarget Capai 185 ribu Hektare

0
46
ilustrasi-bibit-kelapa-sawit

JAKARTA – Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan tahun 2018 program premajaan (reslanting) kebun kepala sawit mencapai 185 ribu hectare (ha).

Hal ini diungkapkan Direktur Pemasaran Hasil Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Junaedi seperti yang dilansir beritasatu.com, Sabtu (23/0/2018).

Menurutnya, bibit untuk program peremajaan (replanting) kebun sawit rakyat tersedia lebih banyak dari kebutuhan, dimana mencapai lebih dari 35 juta batang. Oleh Karena itu, seharusnya peremajaan kebun sawit rakyat yang ditargetkan mencapai 185 ribu hektare (ha) hingga akhir tahun 2018 dapat terealisasi.

Dikemukakannya bahwa dari kurang lebih 17 perusahaan benih, sudah mampun menyediakan benih untuk peremajaan 185 ribu hektare lahan sawit rakyat dan sangat memadai.

Data Ditjen Perkebunan Kementan menunjukkan, produksi bibit kelapa sawit siap tanam tahun 2018 tersedia sebanyak 35.208.367 batang. Bibit tersebut diproduksi oleh sekitar 13 produsen bibit kelapa sawit nasional. Sementara, kebutuhan bibit untuk peremajaan sawit rakyat tercatat sekitar 27.750.150 benih.

Seperti diketahui, pemerintah berencana meremajakan kebun sawit rakyat hingga 185 ribu ha hingga akhir tahun 2018. Lahan yang diremajakan tersebar di 20 wilayah seluruh Indonesia. Di antaranya, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan, dan Papua. Total biaya kebutuhan peremajaan ditaksir mencapai Rp 50-65 juta per hektare.

Peremajaan tersebut dirancang menggunakan dana yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Pembiayaan oleh BPDPKS dialokasikan Rp 25 juta per ha. Dana tersebut disalurkan melalui koperasi kelompok petani peserta program peremajaan lahan kelapa sawit. Sedangkan sisa kebutuhan dana peremajaan menjadi tanggung petani.

Dana tersebut berasal dari dana pungutan atas ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya yang dikelola BPDPKS. Tahun 2017, total nilai penerimaan dana pungutan yang dikelola BPDPKS mencapai Rp 14,2 triliun. Tahun 2018, BPDPKS memproyeksikan dana pungutan mencapai Rp 10,9-13 triliun. Hal itu dengan asumsi kinerja ekspor tahun 2018 sama atau lebih baik dibandingkan tahun 2017.

Sebelumnya, BPDPKS mengklaim, dana pungutan yang terkumpul mencukupi kebutuhan pendanaan program-program BPDPKS untuk tahun 2018. BPDPKS mengalokasikan 22% dari total dana pungutan untuk membiayai peremajaan kebun sawit rakyat.

Di sisi lain, Kementan menyatakan, peremajaan kebun sawit rakyat harus dilakukan secara agresif. Pasalnya, kata dia, ada sekitar 2,4 juta ha lahan sawit petani yang harus diremajakan. Di sisi lain, setidaknya 2,1 juta ha dari total sekitar 5 juta ha lahan sawit rakyat, terindikasi menggunakan bibit ilegal. Areal tersebut menjadi target peremajaan.

Sementara itu, tercatat setidaknya ada 15 produsen bibit kelapa sawit nasional, dengan total produksi bibit kelapa sawit tahun 2017 mencapai 82,29 juta kecambah. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2016 yang tercatat sebanyak 77,23 juta kecambah. Tahun 2018, produksi diperkirakan mencapai 105-110 juta kecambah. [RED/ONE]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here