SP 1 PD PPJ Kota Bogor, Pedagang: Kami Sudah Sepakat. Kenaikan Harga Tetap Dilakukan

0

BOGOR, braind.id Puluhan Pedagang Pasar Kebon Kembang mendatangi Kantor Unit Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) dengan dasar adanya surat SP 1 dari PD PPJ yang di layangkan kepada para pedagang Pasar Kebon Kembang per tanggal 2 Mei 2019, lalu.

Di katakan oleh beberapa para Pedagang Pasar Kebon Kembang yang di undang ke Kantor Unit Pasar Kebon Kembang Kota Bogor bahwa kedatangan mereka berdasarkan adanya undangan sosialisasi surat SP 1 (Surat Peringatan)

PD PPJ mencantumkan secara detail perihal beberapa tunggakan hutang para pedagang yang di rasakan oleh mereka tidak sesuai dengan yang semestinya,

Menurut pedagang pasar kebon kembang yang enggan di sebutkan namanya, bahwa ada kenaikan tarif sebesar Rp 2000/meter yang dahulu tidak di setujui oleh para pedagang, ternyata masih di lakukan oleh pihak PD PPJ,

“Dulu itu kami sudah Sepakat dengan Harga 1.000/meter untuk 1 kios akan tetapi kenapa kenaikan harga tetap di lakukan oleh PD PPJ,” terang sumber tersebut.di Jl. Siliwangi Blok Gardu Tinggi No.31, Sukasari, Kota Bogor Rabu, (08/05/2019).

Sementara itu, Dirut PD PPJ, Muzakkir mengatakan bahwa kedatangan para pedagang tersebut berdasarkan undangan dari pihaknya dengan tujuan mendengarkan pendapat serta keluhan para pedagang.

Saat di singgung perihal surat SP 1 yang membuat para pedagang khawatir akan terjadi penyegelan dan penggembokan kepada para pedagang yang masih terhutang,

Muzakkir menyanggahnya, “tidak ada tindak penyegelan ataupun penggembokan karena itukan baru SP 1 dan akan panjang prosesnya untuk sampai ke tindakan,” ujar Muzakkir.

Menurut Muzakkir bahwa pihak PD PPJ memberikan waktu 4 hari kedepan untuk para pedagang menyamakan data yang mereka miliki perihal pembayaran dengan pihak Unit Pasar Kebon Kembang.

Saat di tanya tentang kenaikan harga sewa yang di nilai tidak sesuai kesepakatan awal,

Muzakkir mengatakan kenaikan harga tersebut sudah di sampaikan kepada para pedagang sejak beberapa tahun lalu sebelum dia menjabat.

“maka dari itu kami mengundang para pedagang di sini untuk mendengarkan keluh kesah mereka,” pungkas Muzakkir. (ridwan)