Serahkan Uang Pengganti, Mantan Kepala DPKAD Kota Bengkulu Jalani Sisa Masa Hukumannya

0
Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu, Emilwan Ridwan

JAKARTA, braind.id – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkulu, Emilwan Ridwan mengatakan, terpidana korupsi dana tunjangan beban kerja pada Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), M. Sofyan, telah menyerahkan uang pengganti sebesar Rp 198.018.750,- Jumlah uang itu merupakan gabungan dari uang pengganti dan hukuman denda.

Pembayaran tersebut, lanjut Emilwan, sebagai realisasi putusan majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Bengkulu yang mewajibkan terpidana untuk membayar uang pengganti kepada negara, serta menghukum terpidana secara fisik.

Kata dia, Dengan dibayarkannya uang pengganti dan denda ini, artinya kewajiban terpidana M. Sofyan terhadap perkara ini telah selesai dan tinggal menjalani sisa masa hukumannya.

“Memang benar, kami sudah menerima pembayaran uang tersebut untuk diserahkan ke khas negara.Terpidana tinggal menjalani sisa masa hukumannya sebagaimana yang dijatuhkan oleh majelis hakim Tipikor,” kata Emilwan yang dihubungi, di Bengkulu, Sabtu (06/07/2019).

Menurutnya, selain terpidana Sofyan, majelis hakim juga telah menghukum 3 terpidana lainnya yakni Iksanul Arif, Julian Antoni Firdaus dan Emiyati.

Dari kasus rasuah ini negara dirugikan sebesar Rp1,5 miliar. Keempat terpidana diketahui sudah mengembalikan seluruh kerugian negara yang muncul tersebut.

“Jadi tuntas sudah semua kewajiban yang harus dipenuhi oleh terpidana terkait tindak pidana yang telah dilakukannya,” kata Emilwan.

Seperti diketahui, mantan Kepala DPKAD Kota Bengkulu tersebut telah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu pada Maret lalu. Majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 2 tahun dan denda Rp 50 juta, subsidair 2 bulan kurungan.

Majelis hakim juga mewajibkan M. Sofyan membayar uang pengganti dari kerugian negara yang muncul atas tindak korupsi yang dilakukannya secara bersama-sama dengan terpidana lainnya sebesar Rp 148.018.750,- Jika tidak dibayar maka hukuman penjara akan ditambah satu tahun. Sehingga jumlah total uang yang diserahkan terpidana sebesar Rp 198.018.750,-

(edu/red)