Senegal Siap Hadapi Polandia, Kolombia, dan Jepang di Grup H Piala Dunia 2018

0
190

Tim Sepakbola Senegal//IST

JAKARTA – Di Piala Dunia tahun ini, perjalanan Senegal ke Rusia penuh berliku. Memang mereka dipastikan menjadi juara Grup D kualifikasi Piala Dunia Zona Afrika (CAF). Namun kelolosan mereka ada sedikit diwarnai drama.

Salah satu momen yang diingat ketika ada partai ulangan ketika mereka bertemu Afrika Selatan. Saat itu pada laga yang berlangsung 8 Oktober 2016 mereka harus kalah 2-1. Namun karena wasit saat itu Joseph Lamptey melakukan pengaturan skor, laga tersebut harus diulang pada November 2017. Dan Senegal menang 2-0.

Kekuatan Senegal ada di pemain perantau yang bermain di eropa. Bahkan pemain tersebar di liga top Eropa seperti Liga Primer Inggris, Serie A, dan Ligue 1. Sebut saja Sadio Mane (Liverpool), Keita Balde (AS Monaco).

Dua nama tersebut memang jadi andalan untuk membongkar pertahanan lawan. Apalagi keduanya sangat tokcer di klubnya masing-masing. Mane membawa klub itu runner up Liga Champions. Sedangkan Keita Balde menjalankan musim penuh kompetitif bersama Monaco. Apalagi kemampuan mereka juga sudah tidak diragukan lagi.

Selain mereka ada juga Kalidou Koulibaly (Napoli),Mbaye Niang (Torino), Cheikhou Kouyate (West Ham United) dan pemain-pemain lain. Anggota skuat Senegal hampir seluruhnya malang melintang di kompetisi Eropa mulai dari Liga Turki, Liga Prancis, Liga Jerman, Liga Italia hingga Inggris. Hanya kiper Khadim Ndiaye yang bermain untuk klub Amerika Serikat, Horoya.

Namun kelemahan sebagian negara Afrika yakni tidak memiliki pemain cadangan yang sepadan. Ketimpangan kualitas pemain ini bisa menjadi penghambat Senegal untuk menyingkirkan lawan-lawannya, apabila pemain kunci seperti Mane dan Keita Balde mengalami kebuntuan.

Ini kesempatan ketiga kali bagi Senegal kembali ke Piala Dunia. Mereka terakhir kali mentas di Piala Dunia 2002 Korea dan Jepang dengan menembus hingga perempat final.

Tentunya hal ini layak diapresiasi mengingat ketika itu mereka harus menunggu hingga 16 tahun untuk berlaga di kejuaraan yang ditunggu-tunggu oleh pencinta sepakbola dunia.

Perlu Anda ketahui, Cisse merupakan bagian skuat hebat Senegal ketika tampil apik di Piala Dunia 2002. Bahkan ia menjabat kapten sekaligus membawa tim ini ke perempat final. Setelah pensiun ia memutuskan untuk jadi pelatih. Ia menangani Sadio Mane dkk pada 2015. Sejak itu performa Senegal meyakinkan hingga mereka lolos kembali ke Piala Dunia Zona CAF.

DAFTAR SKUAT
Penjaga Gawang: Abdoulaye Diallo (Stade Rennes),Alfred Gomis (SPAL), Khadim Ndiaye (Horoya)
Bek: Lamine Gassama (Alanyaspor), Saliou Ciss (Valenciennes), Kalidou Koulibaly (Napoli), Kara Mbodji (Anderlecht), Youssouf Sabaly (Bordeaux), Salif Sane (Hannover 96), Moussa Wague (Eupen)
Gelandang: Idrissa Gueye (Everton), Cheikhou Kouyate (West Ham United), Alfred Ndiaye (Wolverhampton Wanderers), Badou Ndiaye (Stoke City), Cheikh Ndoye (Birmingham City), Ismaila Sarr (Stade Rennes)
Striker: Keita Balde (Monaco), Mame Biram Diouf (Stoke City), Moussa Konate (Amiens), Sadio Mane (Liverpool), Mbaye Niang (Torino), Diafra Sakho (Stade Rennes), Moussa Sow (Bursaspor).
STARTING XI TERBAIK: Formasi (4-3-3)
Kiper: Khadim N’Diaye
Bek: Cis, Kara, Koulibaly, Gassama
Gelandang: Gueye, Kouyate, N’Diaye
Penyerang: Keita Balde, Sow, Mane
PEMAIN: Sadio Mane

Senegal sangat bergantung kepada bintang Liverpool ini. Jika ia tokcer maka dipastikan Senegal tidak terbendung.
Kekuatan utama Mane yakni memiliki kecepatan yang sangat di atas rata-rata ditambah kekuatan fisik dan insting golnya juga bagus.

Di kualifikasi, dia mampu mencetak dua gol dan lima assist. Apalagi, dia menujukkan performa apik bersama Liverpool pada musim ini, baik di Premier League maupun Liga Champions.

Kemudian, Keita termasuk pemain muda menjanjikan di Eropa saat ini. Kemampuannya juga hampir menyamai kompatriotnnya yakni Sadio Mane. Kecepatan, fisik, dan nalurinya mencetak golnya sangat bagus. Kombinasinya dengan Sadio Mane di lini depan ditambah Moussa Sow yang bermain agak ke tengah, mereka menjadi salah satu barisan penyerangan paling ditakuti di turnamen Piala Dunia 2018.

TARGET REALISTIS
Persaingan Grup H seluruh tim berpeluang untuk melaju ke babak selanjutnya terbuka lebar. Apalagi kekuatan mereka tidak jauh berbeda baik itu Polandia, Kolombia maupun Jepang. Kuncinya ada dua laga awal, jika sukses Senegal bisa kembali mengejutkan seperti di Piala Dunia 2002. [Ardi Purwoko/Rudi Purwantoro/one]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here