Selamatkan Generasi Bangsa, Target 95 Persen Imunisasi MR Wajib di Golkan

0
74

Bupati dan wakil Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan bersama jajarannya saat launching imunisasi massal campak dan rubella wilayah Manokwari di Puskesmas Sanggeng Kota Manokwari//CT

 

MANOKWARI, braind.id –  Demi menyelamatkan generasi bangsa, target 95 persen Imunisasi Vaksin Campak atau Measles Rubella (MR) wajib dicapai alias digolkan.

Hal ini ditegaskan Bupati Kabupaten Manokwari, Demas Paulus Mandacan sesaat melaunching Imunisasi massal dan Rubella untuk wilayah Manokwari yang bertempat di Puskesmas Sanggeng, Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat, Selasa (7/8/2018).

Demas mengatakan, kegiatan ini merupakan komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) dalam pengatasi penyakit campak dan rubella di daerah Manokwari. Dan dijelaskan pula, vaksin ini sudah digunakan lebih dari 140 negara di dunia lantaran penyakit campak dan rubella, sangat menular.

Imunisasi campak dan rubella ini agar melindungi anak kita. Maka target 95 persen secara nasional wajib digolkan oleh kita semua,” seru Demas pada acara yang juga dihadiri wakil Bupati Edi Budoyo, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat yang diwakili Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M), dr Nurma serta Kadinkes Manokwari, dr Hendri Sembiring.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, dr Hendri Sembiring mengemukakan, dari 14 Puskesmas yang ada di wilayah kerjanya, sosialisasi atau kampanye vaksin campak dan rubella yang dimulai 1 Agustus lalu, terus berjalan efektif.

Meski diakuinya, terkait edaran atau imbauan MUI Papua Barat terkait kehalalan vaksin ini, terdapat dua sekolah yang menolak pemberian vaksin tersebut, yaitu Sekolah Yapis dan Masni.

“Sesuai permenkes pemberian vaksin ini tetap jalan. Tapi bagi sekolah yang menolak, kita tunda dulu sampai MUI pusat mengeluarkan stataus halalnya. Jadi tidak ada masalah karena kita mau menyelamatkan generasi bangsa,” terang Hendri.

Hendri menambahkan, sesuai hasil koordinasi Kemenkes RI dan MUI pusat pada 3 Agustus lalu, MUI akan memutuskan dan mengeluarkan rekomendasi ihwal status vaksin campak dan rubella, 7 Agustus (Hari ini, red) atau selambat-lambatnya sehari pasca rapat internal MUI.

“Agar sebagaian masyarakat kita tidak resah dengan informasi halal dan haram, berdasarkan informasi dari kemenkes, hari ini MUI akan memutuskan dan mengeluarkan rekomendasi status vaksin ini. Karena tujuan kita semua, ingin meyelamatkan anak-anak kita dari yang tidal ada obatanya,” tutupnya.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan MoU Bela Nanda (Begitu lahir anak mendapatkan Akte Kelahiran) di Puskesmas se Kabupaten Manokwari. Bela Nanda merupakan program pemda Manokwari melalui instansi Dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) dan Dinkes Manokwari.

Untuk diketahui, vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak atau Measles Rubella (MR) yang berguna sebagai pelindung terhadap penyakit campak dan rubella.

Meski hingga saat ini penyakit campak dan rubella belum ada obatnya, namum dapat dicegah dengan imunisasi dan vaksin.

Di Papua Barat adalah salah satu daerah yang memilki riwayat resiko campak dan rubella. Dan vaksin MR telah mendapatkan rekomendasi dari WHO dan izin edar dari Badan POM. Dan 95 persen efektif untuk mencegah penyakit campak dan rubella serta telah digunakan di lebih 140 negara di duni. [CT/ONE]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here