PULUHAN RIBU BURUH MENUNTUT JANJI POLITIK ANIS-SANDI

0
151

Jakarta – braind. id – Balai kota siang ini di banjiri oleh ribuan buruh dari berbagai daerah, terasuk dari Jakarta menuntut janji Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.  Balai Kota DKI Jakarta dalam beberapa hari terakhir kerap menjadi tempat sasaran aksi demonstrasi buruh. Hal itu tak lepas dari kebijakan Pemprov DKI yang menetapkan UMP DKI Jakarta sebesar Rp3,6 juta atau lebih rendah dari tuntutan buruh sebesar Rp3,9 juta. Dalam aksi kali ini massa buruh mengusung tiga tuntutan utama yakni cabut PP 78 tentang Upah Murah, revisi UMP DKI menjadi Rp3.917.000, dan turunkan harga listrik dan kebutuhan pokok kata Ketua Harian KSPI Muhamad Rusdi di Balai Kota Jum’at (10/11/2017).

Ketua Umum FSP Farkes Reformasi (Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi) Idris Idham mengatakan, alasan penolakan tersebut lantaran Pemprov DKI masih menggunakan PP 78/ 2015 untuk menetapkan UMP.

Dalam demo kali ini, elemen dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno hanya menjadikan buruh sebagai alat politik untuk memperoleh kursi pemimpin ibu kota.

Dulu Anis-Sandi membuat kontrak politik dengan buruh, salah satu isinya, jika Anis-Sandi terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, akan menetapkan upah berlandasan pada aturan yang benar, yakni berdasarkan UU 13/2003, Sayangnya Anis-Sandi sama dengan kepala Daerah lainnya, justru mau mengikuti aturan yang salah yang dibuat oleh Pemerintah Pusat.

Kita semua hanya menjadi komoditas politik beliau untuk mendapat jabatan,” kata seorang orator di tengah massa aksi.

Orator itu juga mengungkit janji-janji Anies-Sandi yang dilontarkan selama masa kampanye.
DP nol persen, gaji Rp7 juta, ibaratnya kita nonton Komedi yang isinya guyonan. Kita jadi korban guyonan itu ujarnya.(Sepriboy Saputra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here