Pulau Jawa dan Papua Sumbang Pasokan Minyak Mentah ke Sumbagsel

0
109
Ilustrasi
Palembang – Tingginya kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) ternyata tidak sebanding dengan pasokan bahan minyak mentah atau crude yang tersedia. PT Pertamina (Persero) Sumbagsel akhirnya mengisi kekurangan crude dari Pulau Jawa dan Papua.
Menurut M Darmariza, SMOR RU III PT Pertamina Sumbagsel, kebutuhan crude di Sumbagsel mencapai 95 mbcd, namun dari ratusan sumur crude hanya mencapai 45 mbcd.
Ada dua perusahaan yang menyelenggakan kegiatan usaha di sektor hulu bidang minyak dan gas bumi, yaitu di EP Aset 1 Jambi dan EP Aset 2 di Kota Prabumulih Sumsel.
“Kita mendapatkan 50 mbcd crude dari Pulau Jawa yaitu di Banyu Urip Jawa Timur, Anjungan Lepas Pantai Arjuna di Laut Jawa, serta di Klamono Papua Barat,” ujarnya, Rabu (6/6/2018).
Pengerukan sumur secara kontinu membuat crude di Sumbagsel semakin berkurang atau decline sejak 10 tahun terakhir. Penurunan jumlah crude berimbas pula pada kualitas yang turun menurun. Salah satu langkah menaikkan kualitasnya, PT Pertamina melakukan upgrade dan mitigasi di kilang.
Pasokan crude di Klimono Papua Barat paling sedikit, dibandingkan crude dari Lapangan Banyu Urip Jatim yang paling banyak memasok dan di Anjungan Lepas Pantai Arjuna di Laut Jawa.
Meskipun pasokan paling sedikit, crude dari Klimono Papua Barat hanya bisa diolah di Kilang Plaju Palembang. Karakteristik crude Klimono Papua Barat hanya cocok dengan karakteristik kilang di Plaju.
“Cuma kilang di Plaju yang bisa menampung crude dari Klimono. Jika tidak ditampung, EP disana mungkin bisa ditutup, karena tidak bisa diolah di kilang Pertamina lainnya,”ujar Andi Prihandono, Engineering Manager RU III Pertamina Sumbagsel. [Nefri Inge/one]
Sumber : LIputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here