Presnas FNMPP Desak Presiden Jokowi Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Wasior

0
962

“Sebagai Anak Papua, Kami tagi janji Bapak Presiden, Jokowi saat Kampenye. kalau Bapak Presiden bakal selesaikan deretan kasus pelanggran HAM di Indonesia, khusuanya tanah Papua,”kata Alvarez Kapisa

PAPUA BARAT, braind.id – 17 Tahun tragedi Wasior Berdarah yang menelan beberapa Korban jiwa, dan kasus pelecehan Pemerkosaan terhadap warga sipil di Wondama.
Alvarez Kapisa, Presidium Nasional Front Mahasiswa Pemuda Papua (FNMPP) mendesak Pemerintah untuk menseriusi penyelesaian deretan kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Kepemimpinan Ir. Jokowidodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
“Sebagai Anak Papua, Kami tagi janji Bapak Presiden, Jokowi saat Kampenye. kalau Bapak Presiden bakal selesaikan deretan kasus pelanggran HAM di Indonesia, khusuanya tanah Papua,”kata Alvarez melalui press releasenya yang diterima braind.id, Rabu (13/06/2018).
Menurutnya, pada 13 Maret 2001 yang lalu masih menjadi ingatan kelam (Memory Passioniss)  bagi warga korban Pelanggran HAM tersebut. Sekitar 4 orang warga sipil tewas, 39 orang korban luka-luka, 1 orang korban perkosaan dan 5 orang Korban tak ditemukan atau penghilangan paksa,”ungkap Salah satu Aktif HAM ini.
Alvarez menilai, Rakyat Papua telah banyak mendengar janji-janji manis namun realisasi dari janji-janji tersebut tidak ada ada terlaksana.
“Seakan hidup dalam republik mimpi, terlalu banyak janji, namun tak satupun kasus HAM di Papua yang berhasil diselesaikan,”kesalnya
kata dia, sederetan Kasus Pelangaran HAM di Tanah Papua, seperti Wasior berdara 2001,Biak berdarah 1998, Wamena berdarah dan Paniai berdarah merupakan salah satu masalah urgent yang jika tidak diselesaikan akan memiliki dampak konflik berkepanjangan di tanah Papua.
Oleh sebab itu, dirinya meminta agar pemerintah menyelesaikan sejumlah kasus tersebut dangan membawa pelaku untuk diadili serta merehabilitasi keluarga yang terkena langsung dampak pelanggaran HAM tersebut.  [red/one]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here