Presiden Meminta BMKG Terus Perbaharui Informasi Cuaca Dan Kondisi Alam

0

JAKARTA, braind.id Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperbarui informasi mengenai cuaca dan kondisi alam kepada masyarakat untuk waspada bencana.

Jokowi menyarankan agar kondisi peralatan sistem peringatan dini (early warning sistem) selalu di periksa.

“Saya perintahkan juga untuk mengecek semua peralatan itu dan mengganti apabila ada yang rusak. Untuk penggantian tersebut, akan masuk di anggaran 2019,” kata Jokowi, Minggu (23/12/2018), Jakarta.

“Tapi saya kira ini nanti masuk di anggaran baru 2019 awal Januari akan saya perintahkan agar mengganti peralatan-peralatan yang rusak atau yang sudah lama tidak bisa dipakai,” terangnya.

Presiden telah memerintahkan jajarannya, seperti BNPB, Kementerian Sosial, Kementerian PUPR, TNI dan Polri untuk bergerak cepat melakukan pencarian dan penyelamatan korban bencana tsunami di Banten dan Lampung bagi korban luka agar diberi perawatan segera.

“Saya telah memerintahkan untuk melakukan langkah-langkah darurat menemukan korban dan melakukan perawatan secepat-cepatnya,” tutur Presiden.

Sementara itu, karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan korban meninggal akibat tsunami di pesisir Lampung bertambah meninggal dunia 44 orang, korban luka-luka 284 orang.

Saat ini, evakuasi masih terus dilakukan di Kabupaten Lampung Selatan, 1 orang Meninggal di Kabupaten Tanggamus, dan 1 orang meninggal di Kabupaten Pesawaran.

“244 orang luka-luka berada di Kabupaten Lampung Selatan, 29 warga dan 11 anggota peneliti Undip Semarang luka di Kabupaten Pesawaran. Tsunami yang terjadi pada Sabtu, 22 Desember, pukul 21.15 WIB, di sejumlah pesisir Lampung, yakni di Kabupaten Lampung Selatan, pesisir Kota Bandar Lampung, dan pesisir Kabupaten Tanggamus, itu juga mengakibatkan sejumlah kerugian materiil,” kata Karopenmas Mabes Polri.

Sebanyak 152 rumah rusak berat, 1 rumah hanyut, 2 rumah rusak ringan, 1 penginapan rusak ringan, dan 70 perahu nelayan rusak berat dan Polri telah melakukan sejumlah upaya, antara lain melakukan koordinasi dengan TNI, Pemprov Lampung, Pemkab Lampung Selatan, Pemkot Bandar Lampung, Basarnas, BPBD, BMKG, Dinas Kesehatan, dan PMI untuk melakukan upaya tanggap bencana.

“Polri juga melakukan penggalangan tokoh masarakat dan tokoh adat untuk mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Polri juga membuka posko informasi untuk melayani masyarakat juga melakukan pendataan korban jiwa, korban luka dan kerugian materiil,” pungkas Brigjen Dedi Prasetyo. (dade)