Presiden Joko Widodo Membuka Musyawarah Nasional ke-10 KAHMI

0

Medan – braind.id – Presiden Joko Widodo hadir dan sekaligus membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).  Munas  itu sendiri digelar mulai 17 November hingga 19 November 2017 diikuti sekitar 1.400 utusan dari seluruh Indonesia.   yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Sumatra Utara, Jumat (17/11).

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirahim, saya buka Munas ke-10 KAHMI,” kata Presiden di depan peserta Musyawarah Nasional ke-10 KAHMI, yang mengambil tema “Meneguhkan Kepemimpinan Berkeadilan untuk Kejayaan NKRI.”

Acara pembukaan  ini dihadiri, antara lain Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD-RI Oesman Sapta Odang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesdan.

Presiden mengaku senang dan berbahagia dapat hadir pada Munas KAHMI kali ini. Ia mengingatkan tantangan negara ke depan semakin berat. Sejumlah perubahan muncul.

“KAHMI mewarisi semangat pendiri HMI Prof Lafran Pane yang 10 November lalu ditetapkan sebagai pahlawan nasional,” kata Presiden.

Dalam pidatonya, Presiden kembali menyinggung tantangan negara yang semakin tidak ringan oleh kemajuan teknologi dan informasi yang terus berkembang. “Oleh karena itu kita jangan terjebak dalam rutinitas, sikap yang monoton. Setiap hari kita lakukan keseharian. Perubahan itu ada di depan mata kita,” kata Presiden.

Ia mencontohkan, dulu, untuk berinteraksi, orang harus bertemu atau datang ke rumah. Namun saat ini serba digital. Dulu, Jokowi menceritakan dirinya kalau ingin beli sate ataupun gado-gado harus pergi ke warung.

“Sekarang tidak, saya dari rumah pesan Go-Food, 30 menit sudah datang ke rumah. Perubahan inilah disadari,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan ini, Presiden juga menyinggung industri kreatif yang cukup menjanjikan.Presiden Jokowi mencontohkan bisnis hijab sangat besar pasarnya karena Indonesia merupakan penduduk Muslim terbesar di dunia dan juga berpeluang untuk diekspor. (Rohmadhan Reubun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here