Polsek Metro Kebayoran Baru Ungkap Jaringan Penggelapan Mobil Usaha Rental

0

JAKARTA, braind.id Polsek Metro Kebayoran Baru, mengungkap jaringan penggelapan mobil dengan menyasar usaha rental. Para pelaku sebelumnya cukup sulit di lacak karena mereka sudah menjual mobil di luar Jakarta.

Hal itu dijelaskan Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Benny Alamsyah Benny, Senin (25/03) kemarin, saat konferensi pers, di Polsek Kebayoran Baru, Jl. Kyai Maja No.62, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Ada empat pelaku yang diamankan, dan pelaku utama wanita berinisial NV (30 Tahun) masih Daftar Pencarian Orang (DPO). NV bertindak sebagai orang yabg menyewa mobil ke rental menggunakan KTP dengan alamat sebuah kos-kosan, namun NV telah menyewa sejumlah mobil tidak pernah kembali saat batas waktu sewa habis,” terangnya.

Lanjutnya, setelah jangka waktu sewa menyewa habis waktunya ternyata unit mobil tidak di kembalikan kepada pemiliknya dan GPS yang terpasang di mobil sewaan tersebut telah mati, nomor handphone milik tersangka NV juga mati. Pelaku juga sudah tidak lagi tinggal di rumah kos itu, boleh di bilang dia menggunakan alamat palsu dalam KTP tersebut tidak pernah di sana.

“Usai mendapatkan laporan korban, polisi mengusut kasus ini, berdasarkan hasil penyilidikan mobil-mobil mikik rental tersebut sudah di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujarnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Kompol Wahyu Sosiawan, menambahkan pihaknya akhirnya bisa melacak jaringan ini, salah satu anggota jaringan AR (30 Tahun), di tangkap di sekitar Terminal Kampung Ranbutan. Dari hasil pengakuan tersebut, mobil berada di daerah Kendal dan Temanggung.

“Sebagian lagi di Jawa Timur untuk melacak keberadaan komplotan lainnya, tetapi masalah menjadi cukup pelik karena mobil yang di gelapkan telah berpindah tangan beberapa kali dan berpindah-pindah kota. Ada satu mobil yang berpindah tangan sampai lima kali,” kata Wahyu.

awalnya di jual dengan sistem gadai, kata dia, dan tidak di tebus lalu di jual hanya dengan STNK saja. Pihaknya harus bekerja keras untuk menemukan mobil-mobil lainnya yang telah di jual atau di gadaikan oleh komplotan tersebut, dari tiga pelaku lainnya, yaitu SPJ (55 Tahun), SPT (WG) dan MHK (63 Tahun), polisi berhasil menyita lima mobil berbagai merek hasil penggelapan.

“Kami telah menemukan lima kendaraan tersebut, dan kami sita dari pengakuan mereka yang sudah menggelapkan sebanyak 13 unit mobil. Dan sisanya masih kami cari sebagian sudah terdeteksi berada di Jawa Timur. Polisi saat ini, masih mengejar NV yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujarnya.

“Para pelaku lain, di kenakan Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” pungkasnya. (dade)