Polsek Kembangan Lakukan Pembinaan Terhadap Anak Punk Korban Tramadol

0

JAKARTA, braind.id Petugas Kepolisian dari Polsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat melakukan pembinaan terhadap enam anak yang diamankan lantaran melakukan pencurian dengan membawa senjata tajam dan terbukti  menggunakan obat keras jenis Tramadol.

Kapolsek Kembangan Kompol Joko Handono SIK mengatakan, dalam pembinaan turut melibatkan Ustad Kaharudin Dopu, untuk memberikan Tausiah (Nasehat) dan melaksanakan Sholat Magrib dan Sholat Isya berjamaah bertempat di Musholah Polsek Kembangan.

Sebelum pelaksanaan Tausiah diberikan Pakaian, sarung dan Kopiyah untuk Sholat berjamaah dan mengaji. Yang sebelumnya semua baju yang dipakai awalnya bergaya anak Punk.

“Untuk pembinaan mental dan rohani selanjutnya, anak-anak tersebut wajib mengikuti Sholat berjamaah serta Sholat Tahajud dan dilanjutkan mengaji bersama di Musholla Polsek Kembangan,” kata Joko, Kamis (31/01/2019),  saat Press conference di polres metro jakarta barat.

Lanjut Kapolsek, mewajibkan anak-anak untuk sekolah kembali dan selalu taat kepada orang tuanya. Kita juga berikan arahan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya. Selanjutnya keenam anak tersebut dikembalikan ke orang tua nya masing-masing.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kembangan Iptu Dimitri Mahendra SIK MSi menambahkan, pihaknya mengamankan enam anak yang diketahui berinisial AS (12), PA (14), MR, (14), MY (14 ), RR (14 ), dan FR (13) bermula dari  informasi anggota Citra Bhayangkara bahwa di Lapangan Bola Porsekem Kembangan Utara, Kembangan Jakarta Barat, adanya 6 anak-anak yang membawa senjata tajam sedang naik tembok rumah yang berniat akan melakukan pencurian.

Mendapati informasi tersebut, kata dia, Unit Reskrim langsung ke lokasi dan langsung mengamankan anak-anak tersebut, dari penggeledahan di dapatkan dua buah clurit, satu sepeda  dan enam strip obat jenis Tramadol dan pakaian yang dicuri saat dijemur.

“Kemudian keenam anak tersebut diamankan ke Polsek kembangan Jakarta Barat. Dari hasil interogasi, lanjutnya, dapat diketahui bahwa dari keenam anak tersebut sebelum melakukan pencurian terlebih dahulu berkumpul di suatu tempat dan dipaksa minum obat jenis Tramadol oleh AN, masing-masing anak meminum 5 sampai dengan 10 butir Tramadol,” kata Dimitri.

Lebih lanjut, Keenam anak tersebut mengakui memakai obat jenis Tramadol sejak  2 tahun yang lalu. Mereka menggunakan obat jenis Tramadol agar bisa begadang dan menambah nyali atau jadi pemberani.

Lalu, dapat diketahui pula, bahwa keenam anak tersebut ternyata sudah tidak sekolah dan apabila sekolah jarang masuk dan menurut keterangan dari orang tuanya mereka jarang pulang kerumah .

“Mengingat pelaku masih di bawah umur, kita berikan pembinaan rohani dan memberikan imbauan untuk tidak mengulanginya lagi. Kita juga melibatkan tokoh agama, pihak sekolah guru , orang tua, dan Ketua RT, dan  P2TPA untuk di lakukan pembinaan,” pungkas Dimitri. (dade)