Polisi Temukan Senpi dan Puluhan Butir Amunisi Tajam di Pelabuhan Manokwari

0
Senpi dan Sejumlah Amunisi//RED
MANOKWARI, braind.id – Kepolisian Resor Manokwari (Polres) temukan sejumlah senjata api (Senpi) dan Amunisi, di Pelabuhan Manokwari, Provinsi Papua Barat.
Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi mengatakan, sejumlah Senpi ini ditemukan saat KM. Labobar bersandar di Pelabuhan Manokwari pada 29 Oktober 2018 lalu. Namun, masih dikembangkan atau dilakukan penyelidikan.
Amunisi Tajam Yang Ditemukan di Pelabuhan Manokwari//RED
“Saat ini, polisi masih memburu dua nama yang diduga kuat sebagai pemasok senpi tersebut ke Manokwari. Kenapa kita baru rilis sekarang, karena kasus ini masih di dalami,”kata Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi kepada wartawan saat melakukan konferensi pers, di Mapolres Manokwari, Jumat (28/12/2018).
Dijelaskannya bahwa sesuai kronologis saat KM. Labobar bersandar di Pelabuhan itu aparat kepolisian dari Polsek KSKP melakukan penjagaan. Tetapi, anggota mencurigai barang bawaan yang dibawa seorang TKBM yang di gulung menggunakan tikar.
“Maka anggota langsung periksa gulungan tikar itu. setelah diperiksa, ternyata ditemukan sepucuk Senpi jenis SP, maka langsung dikembangkan,”ujar Kapolres.
Setelah dikembangkan, Kapolres menyebutkan, ditemukan tiga jenis Senpi yakni Senpi jenis SP satu pucuk, dua pucuk buah pucuk Senpi jenis Uzi. Tak hanya itu, anggotanya juga menemuakan 23 butir Amunisi Moser, 13 peluru jenis Uzi, dan 3 magasen.
Senpi Yang Ditemukan Polisi//RED
“Ini ditangkap anggota polsek pelabuhan. Tapi selain ditemukan dalam gulungan tikar, polisi juga menemukan dua senpi Uzi yang diisi dalam ransel yang dibawa saksi TKBM), bersama dua buah KTP, satu beralamat Mansel (Ransiki) dan satunya beralamat Sanger Talaud,”jelasnya.
Maka, sebut dia, dari sejumlah barang bukti yang diamankan termasuk identitas, pihaknya mengindentifikasi dua nama yang dicurigai sebagai pemasok Senpi dan Amunisi.
Lanjut Kapolres, guna membantu proses penyelidikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Biak, namun hasilnya nihil.
“Yang bersangkutan atau orang yang menyewa jasa TKBM untuk membawa Senpi turun dari kapal ke pelabuhan Manokwari, tidak ditemukan di pelabuhan Biak. Tapi kami terus berkoordinasi, dan dalam waktu dekat akan diterbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO). Belum bisa dipastikan juga motif senpi ini hadir di Manokwari karena pelakunya belum ditemukan,”pungkasnya.
Lebih jauh Kapolres menjelaskan, senjata yang ditemukan ini bukan senjata pembayaran mas kawin, karena sangat berbeda. Dimana, senjata yang ditemukan merupakan senjata organik dan menggunakan peluru tajam.
Senjati Api//RED
“Kalau senjata untuk mas kawin biasanya peninggalan Belanda, kalau menggunakan senjata organik, jelas melanggar Undang Undang Darurat Nomor 12,”sebut dia.
Kapolres mengemukakan, dari bodi senjata PS tertera berlebel Brazil, sementara senpi Uzi tertera berlebel (buatan) Italy. Tapi pembuktian ini akan dibuktikan melalui pemeriksaan di Laboratorium Forhensik (Labfor).
“Yang menyimpan senpi itu melanggar aturan Negara. Mau simpan satu atau satu gudang, hukumannya sama. Mau simpan amunisi satu butir atau satu gudang pun hukumannya sama,”tukasnya. [RED/ONE]