Pernyataan Sikap Melawan Aksi Teror dan Mendorong Pemilu Damai

0
172

Jakarta, braind.id – Kedamain indonesia kembali terkoyak oleh aksi pengecut pelaku teror, tiga aksi pengeboman menyerang tiga gereja di surabaya. Aksi teror yang menyerang Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela , Gereja Kristen Indonesia (GKI) Di panerogo dan Gereja Pantekosta Pusat Jalan Arjuno, surabaya tersebut menelan korban setidaknya 10 jiwa dan 14 orang menjalani perawatan di RS. Sebagai bentuk perlawanan terhadap kebiadaban, penghinaan terhadap kebangsaan dan kemanusiaan, Gerakan Masyarakat Untuk Demokrasi dan Kedamaian menyatakan sikap sebagai berikut :
1. Keperhatinan terhadap aksi barbar yang menimpa polisi di Rutan Salemba Cabang Mako Brimob dan Aksi Teror Bom Surabaya
2. Menyatakan belasungkawa dan duka cita terhadap para korban jiwa dan luka-luka yang jatuh pada aksi kekerasan pada sepekan ini, serta keluarga
3. Mengutuk keras pengeboman dan segala bentuk aksi terorisme dan menyatakan sebagai ancaman serius terhadap kemanusian, keberagaman dan kesatuan bangsa
4. Menyatakan secara tegas bahwa aksi teror ini merupakan ancaman terhadap keutuhan bangsa dan pelaksanaan pemilu damai
5. Menyatakan diri tidak takut, apalagi tunduk terhadap aksi biadab dan nilai kemanusian tersebut
6. Mengecam segala bentuk ancaman kekerasan, intimidasi dan propaganda untuk mencendrai penyelenggaraan Pilkada dan Pemilu yang demokratis dan damai
7. Menyatakan diri bahwa masyarakat pemangku kepentingan kepemiluan tidak takut atas kejadian teror tersebut dan tetap berkomitmen serta berpartisipasi Pilkada dan Pemilu secara demokratis.

Pernyataan sikap ini di bacakan lansung oleh Jojo Rohi dari Komite Independent Pemantau Pemilu(KIPP), acara ini di hadiri oleh Ketua Bawaslu RI Bapak Abhan,SH.,MH bertempat di Media Center Bawaslu RI pada hari Minggu 13/05/2018.

Ketua Bawaslu RI Abhan mengucapkan bela sungkawa terhadap peristiwa ini, semoga ini dapat kita jadikan pelajaran kedepan di dalam pengawalan Pemilu, semoga hal serupa tidak terjadi lagi

Menurut Wahidah Suaib aktivis Perempuat Fatayat NU, beliau sangat menyesali bahwa Perempuan yang di manfaatkan untuk alat teroris, padahal perempuan adalah simbol kedamaian, sepertinya ini cara baru yang dilakukan teroris untuk memperalat perempuan, wahidah juga berpesan kepada aparat yang berkaitan untuk menghukum pelaku politik sara, apalagi melibatkan perempuan ujarnya(Sepriboy Saputra).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here