Perkuat Komitmen BPPT Dengan PT Martina Berto Tbk Tanda Tangan Nota Kesepahaman

0

JAKARTA, braind.id РPenandatanganan Nota Kesepahaman bersama antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang diwakili oleh Dr. Soni Solistia Wirawan, M.Eng, selaku Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi dengan PT Martina Berto Tbk, Bryan David Emil, MBA selaku Direktur Utama Mengenai Pengkajian dan Penerapan Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi.

“Kerja sama ini merupakan keberlanjutan kemitraan strategis yang telah berlangsung lima tahun antara kedua belah pihak PT. Martina Berto, Tbk-salah satu unit bisnis dari Martha Tilaar Group (MTG),” kata Soni, Selasa (06/11/2018), saat acara Penandatanganan MoU antara BPPT dengan Martina Berto tentang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, di Puspita Marta, Jl. Wahid Hasim Jakarta.

Lanjutnya, “memang senantiasa berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi konsumennya melalui produk-produk berkualitas yang merupakan hasil prapaduan antara kearifan budaya, pengetahuan leluhur, dan sumber keanekaragaman hayati Indonesia dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi”.

PT. Martina Berto Tbk, telah menjadi bagian dari perjalanan BPPT dalam menjalankan tugas dan perannya. “Martha telah menjadi salah satu duta inovasi teknologi, yaitu sebagai salah satu penerima penghargaan Perekayasa Utama Kehormatan di bidang kesehatan pada tahun 2012. Hal ini tentu mempunyai nilai dan makna yang khusus bagi kebersamaan antara BPPT dan Martina Berto,” katanya.

Lebih lanjut Soni menerangkan, kerjasama teknis antara BPPT dengan Martina Berto telah berjalan cukup waktu. Pada tahun 2015 BPPT mendapatkan kepercayaan dari Martina Berto untuk melakukan eksplorasi penggalian potensi angrek, khususnya jenis Coleogyne sp, salah satu jenis angrek spesifik yang akan dikembangkan oleh Martina Berto.

“Para peneliti dan perekayasa Balai Bioteknologi telah melaksanakan tugas ini dengan baik, dan telah berhasil dikoleksi sebanyak 150 aksesi angrek dan tiga diantaranya diduga kuat sebagai angrek Coleogyne martae,” ujarnya.

BPPT dan Martina Berto, kata Soni, terus melakukan komunikasi untuk menggali potensi dan peluang kerjasama untuk topik yang relevan dengan pemanfaatan budaya dan sumberdaya hayati nasional untuk dikembangkan menjadi produk kebugaran dan kecantikan dengan nuansa ke Indonesia’an yang kuat.

“Hal ini merupakan momen penting bagi kedua pihak, untuk saling memperkuat komitmen untuk terus bersinergi melakukan inovasi dengan memanfaatkan sumberdaya alam yang sangat melimpah,” terangnya.

“Penandatangan ini merupakan fase kedua kerjasama antara BPPT dengan PT. Martina Berto, setelah fase pertama terlaksana dengan baik. Kesepakatan untuk melanjutkan kerjasama pemanfaatan potensi dan pengembangan produk dari anggrek Coleogyne sp antara Balai Bioteknologi- BPPT dengan PT. Martina Berto tbk, telah ditandatangi,” ungkap Soni.

Ia menambahkan, Kegiatan ini meliputi domestikasi, identifikasi jenis angrek, kajian multiplikasi dan pembungaan serta uji aktivitas beberapa aksesi anggrek Coleogyne sp. BPPT sangat senang dan senantiasa membuka tangan untuk terus bersinergi memanfaatkan sumberdaya alam dan kearifan lokal untuk menghasilkan produk-produk inovatif yang bisa mengangkat budaya dan kejayaan Indonesia.

“Kami berharap, kerjasama ini akan melengkapi hasil yang telah diperoleh sebelumnya, dan menjadi pijakan yang kokoh pada tahapan pengembangan berikutnya. Kami juga berharap kerjasama ini bisa berjalan dengan lancar dan baik, serta dapat ditingkatkan menuju implementasi industri,” pungkas, Dr. Soni Solistia Wirawan, M.Eng.¬†(dade)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here