PEPERA 1969 Dinilai Cacat Hukum, FNMPP Gelar Aksi Protes di Dua Daerah

17
Ilustarsi

PAPUA BARAT, braind.id – Menyikapi proses  penentuan pendapat rakyat (PEPERA)  yang dilakukan 49 tahun silam atau tepat Agustus 1969 oleh Pemerintah Indonesia  yang dinilai catat hukum. Pemuda dan Mahasiswa yang tergabung dalam Front Nasional Mahasiswa Pemuda Papua (FNMPP) di wilayah Fakfak dan Manokwari menggelar aksi protes, Kamis (2/08/2018).

FNMPP Fakfak saat melakukan aksi protes secara serentak//IST

Informasi yang dihimpun, para pengunjukrasa di Fakfak melakukan aksi bisu mereka dengan membawa beberapa pamflet diantaranya bertulisan “Stop tindas orang Papua, Rakyat Papua menolak PEPERA 1969, PEPERA 1969 penuh intimidasi.

Sedangkan di Manokwari para massa aksi membawa pamflet bertulisan ‘Resolusi 2504 PBB Cacat Hukum, PEPERA 1969 gagal total.

Dalam pernyataan sikap yang diterima media ini bahwa FNMPP menilai 49 Tahun silam proses penentuan pendapat rakyat yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia sebagai bentuk upaya pencaplokan hak perwalian atas wilayah Papua berlangsung di seantero tanah Papua.

Sekjend FNMPP Kota Manokwari saat berorasi//IST

Catatan kelam sejarah yang bertopengkan investasi dan lingkaran kebohongan Negara, yang mana dalam implementasi Pepera yang dilakukan ternyata pada gilirannya telah mengabaikan asas “one man one vote” serta intimidasi militerisme sebagai perwujudan pemaksaan hak penentuan nasib sendiri dengan bersembunyi dibalik slogan “demokrasi kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”. Slogan demokrasi ini akhirnya mengantarkan Papua masuk dalam wilayah NKRI.

Kemudian, untuk aksi bisu yang dilaksanakan di Fakfak itu diakhirnya dengan pembagian stiker “Morning Star Is My Flag” kepada masyarakat Papua. [AB/ONE]

Comments are closed.