PEMERINTAH LOMBOK UTARA JANGAN PANIK

0

Braind.id – “Rendahnya realisasi dana DAK fisik 2017 yang dirilis oleh beberapa media di NTB sudah kita duga dari sebelumnya, karena semua itu bisa kita lihat kasat mata dari serapan anggaran pada semester dua tahun 2017,” kata Ardianto, S.H ketua Fraksi Hanura DPRD Lombok Utara.

Kita ketahui DAK fisik lombok utara tahun 2017 sebesar 122 M lebih dan menurut rilis yang kita baca dana tersebut telah di drop oleh pusat mencapai 115 M dan dari jumlah  tersebut realisasi hanya 53 M lebih atau sebesar 46 persen lebih.

“Jika hal ini benar tentu patut kita akui kalau realisasin DAK 2017 kabupaten Lombok Utara berada di urutan pertama dari belakang di 10 kabupaten kota se-NTB,” ungksp Ardianto, S.H.

“Kami di DPR sering sekali memberikan masukan saran dan kritik kepada pemerintah daerah menyangkut serapan anggaran sejak triwulan pertama 2017, karena kami tidak ingin hal ini terjadi walaupun menyangkut DAK bisa saja di pengaruhi oleh lambatnya juklak dan juknis atau sebab lain, tapi jika kita evaluasi hal ini terjadi berturut-turut dari tahun 2016 lalu dan berdampak pada pengurangan dana DAK kita tahun 2017 mencapai 60 persen lebih demikian,” ungkap ketua Fraksi hanura ini saat di konfirmasi via telpon.

Anggota DPRD yang di kenal sederhana dan kritis ini berharap apa yang sudah terjadi harus jadi pelajaran untuk semua agar bisa lebih baik dan kita sangat mengakui bahwa pemerintah daerah telah melakukan upaya-upaya maksimal dalam merealisasikan APBD untuk kesejahtraan rakyat, namun pasti ada yg masih keliru dalam tata kelola kita sehingga dari tahun ketahun serapan anggaran rendah yg terlihat dari tingginya SILPA seperti tahun 2016 mencapai 80 M lebih.

Kata Ardianto, “Pemerintah daerah harus terbuka dan membuka diri terhadap berbagai saran kritik serta masukan semua pihak, karena cara itu akan membuat kita menemukan kekurangan guna perbaikan- erbaikan.”

Di ahkir wawancara laki laki yang berkacamata ini mengajak pemerintah utk duduk bersama dengan semua pihak baik DPRD, pimpinan-pimpinan OPD dan para akademisi. bahkan pihak kejaksaan dan kepolisian sekalipun, untuk mendapat saran dan masukan guna tercapainya visi misi untuk kesejahteraan masyarakat yang saat ini boleh kita katakan tidak ada yang bisa di capai.

“Semoga memasuki tiga tahun Pemerintahan ini ada gambaran capaian-capaian Visi dan Misi Bupati dan wakil Bupati, adapun isu dan informasi-informasi kalau sebagai kabupaten kota di NTB yang realisasi dana DAK-nya terendah tidak perlu di besar besarkan dan tidak perlu jadi kepanikan, karena masih bisa di konfirmasi jika keliru dan masih ada waktu dua tahun lagi bagi pemerintah untuk menunjukkan kemampuannya,” kata Ardianto, S.H, sebagai Ketua Fraksi HANURA DPRD Lombok Utara-NTB. (Romadhan Reubun).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here