PEMDA LOMBOK UTARA MENGANGGARANKAN PENGADAAN TANAH 2017 LEBIH DARI 6 MILYARD

1

Jakarta – braind.id – Pada perubahan anggaran tahun 2017 banggar telah menyetujui anggaran sebesar 6 Milyard lebih untuk pengadaan tanah tempat pengolahan sampah di Gili Trawangan.

“Meskipun melalui perdebatan panjang anggaran tersebut ahirnya kita setujui setelah komisi I DPRD Lombok Utara turun langsung ke lokasi tanah tersebut, yaitu tanah milik Bapak Muhamad yg berbatasan langsung dengan lokasi penampungan sampah yg ada dan semua itu merupakan bentuk keseriusan pemerintah bersama DPRD dalam mengatasi persoalan sampah,” kata M.Nasahar., SAg. anggota komisi I DPRD Lombok Utara

Sesuai penjelasan bupati bahwa di tempat itu akan di bangun OSAMTU atau Oleh Sampah SampaiĀ  Tuntas.

M.Nasahar, S.,Ag, mengatakan, saat ini pembebasan lahan tersebut, menurut informasi yang kami terima beberapa waktu lalu dari Sekdis lingkungan hidup sedang proses appraiser dan kita berharap bisa selesai tepat waktu di ahir tahun 2017 ini.

“Dengan selesai pembebasan tanah seluas 50 area tersebut. Kami berharap tidak ada lagi masalah kaitan dg sampah di Gili Trawangan karna penjelasan bupati Lombok Utara sistim pengolahan sampah OSAMTU dengan peralatan bantuan pemerintah pusat dan propinsi itu cukup efektif dan tidak menimbulkan polusi,” sambung M.Nasahar., SAg.

“Adapun usulan Pemerintah untuk pengadaan tanah di Gili Air dan Gili Meno tahun 2018 sebesar 8 Milyard sesuai hasilĀ  investigasi dan pantauan komisi 1 lokasi tersebut, tidak memenuhi syarat dari berbagai aspek sehingga komisi I telah menyampaikan kepada pimpinan DPRD secara resmi agar anggaran utk pengadaan tanah di dua tempat itu di pertimbangkan,” kata M.Nasahar., SAg.

“Adapun sistem dan pola yg bisa di lakukan.sementara waktu adalah dengan mengangkut sampah ke pinggir di tempat pembuangan sampah yang ada. Komisi I yang merupakan komisi yang membidangi aset ini lebih kepada kehati-hatian saja, mengingat selama ini pemerintah terus cendrung membeli tanah namun pemanfaatannya terkadang tdak sesuai dengan konsep awal di RAPBD,” Diakhir wawancara oleh braind.id. (Romadhan Reubun)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here