Pelaporan Atas ‘Working Order’, Kejati DKI Jakarta Tahan 2 Tersangka Korupsi

0

JAKARTA, braind.id Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI, Dr Mukri menjelaskan, bahwa Jaksa Penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta melakukan penahanan pada Kamis 18 Juli 2019, terhadap 2 (dua) tersangka, kasus dugaan korupsi penyimpangan pengelolaan keuangan PT DOK & Perkapalan Kodja Bahari,

Lanjut Mukri mengatakan, tersangka yang dilakukan penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: PRINT-1612/M.1/Fd.1/06/2019 tanggal 26 Juni 2019 dan Nomor: PRINT- 1879/M.1/Fd.1/07/2019 tanggal 18 Juli 2019 atas nama tersangka inisial IS dan Nomor: PRINT-1880/M.1/Fd.1/07/2019 tanggal 18 Juli 2019 atas nama tersangka inisial FIEF.

Mukri menguraikan kronologi, Kasus ini menjerat tersangka IS dan tersangka FIEF, terjadi pada tahun 2012 sampai dengan tahun 2017 dalam hal pelaporan atas “Working Order”,

dan atas biaya jasa pekerjaan, jasa pemeliharaan dan perbaikan untuk setiap kapal yang menggunakan jasa PT.DOK & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) oleh tersangka IS selaku asisten manager pemasaran dan tersangka FIEF selaku Kepala Sub Bidang Pemasaran tidak melakukan pelaporan ke Kantor Pusat PT.DOK & Perkapalan Kodja Bahari (persero),

dalam hal ini 11 (sebelas) unit armada kapal yang menimbulkan kerugian keuangan negara Cq. PT.DOK & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) sebesar kurang lebih Rp 15.000.000.000,- (lima belas miliar rupiah).

“Jaksa Penyidik menjerat kedua tersangka tersebut menggunakan pasal sangkaan melanggar pasal 2 ayat (1), pasal 3, jo pasal 18 UU.RI.NO. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU.RI.NO. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU.RI.NO. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” terang Mukri.

“berdasarkan bukti yang cukup dan karena dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, dilakukan penahanan selama 20 hari di Rumah Tahanan Negara (RUTAN) Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” ungkap Mukri.

(edu/red)