PABBSI Papua Barat Terus Lakukan Persiapan Menuju Pra-PON XX

0
Elroy Koyari//RED
MANOKWARI, braind.id – Cabang Olahraga (Cabor) Persatuan Angkat Besi, Binaraga, dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Papua Barat terus malaksanakan persiapan menjelang Prakulifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) XX Papua di tahun ini.
“Kita sudah melakukan persiapan melalui Trainning Center (TC) berjalan dari tahun 2018. Atlet PABBSI ini membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk berlatih dan atlet-atlet ini membutuhkan asupan gizi serta suplemen,”kata Elroy Koyari, Pembina Cabor PABBSI yang ditunjuk langsung oleh Ketua Umum KONI Papua Barat ini kepada wartawan, di Manokwari, Senin (7/01/2019).
Menurutnya, para atlet harus bertanding setiap tiga bulan agar menambah jam tebang serta mengukur prestasi supaya saat Pra-PON nanti para atlet ini sudah memenuhi syarat atau lolos ke PON.
“Target kita meloloskan atlet ke PON, karena Papua secara umum ini gudang atlet angkat berat dan binaraga. Tapi dalam PON terakhir ini kita itu sangat terisisihkan. Tapi saya optimis, kita pasti akan menyumbang medali emas,”ucap Koyari.
Maka, dia menuturkan bahwa sebagai orang yang percaya oleh Ketua Umum KONI Papua Barat untuk melakukan pembinaan khusus di cabor PABBSI mengajak atlet agar harus bisa mengembalikanb kejayaan Papua.
“Sehingga kami coba memaksimalkan dan kita akan lihat nanti pada iven-iven berikut untuk mengukut presentasi-prestasi yang lebih baik,”ujar dia.
Kemudian mengenai jumlah atlet, Koyari mengemukakan, sejauh ini untuk jumlah dari masing-masing nomor yakni angkat berat 3 atlet, angkat besi 1 atlet, dan binaraga atletnya cukup banyak.
“Memang angkat berat itu, kelas yang dipertandingkan hanya tiga kelas. Stok atlet kita di daerah sangat terbatas dan untuk mengejar persiapan di tahun 2018 kemarin untuk PON 2020 itu terlelu pendek atau waktu kami sangat terbatas. Sehingga kita berharap ada pembinaan yang berjenjang, tidak hanya karena PON,”sebutnya.
Namun, dia mengemukakan, demi menyelamatkan cabor menuju PON, pihaknya akan mengambil langkah-langkah seperti mengambil atlet dari luar untuk mengisi nomor-nomor yang kosong. Tapi juga para atlet yang direncanakan akan diambil dari luar ini sekaligus menjadi target medali emas di PON.
“Kebutuhan-kebutuhan atlet kita penuhi mulai dari gizi maupun suplemen yang par atlet ini bisa fokus latihan. Kita juga butuh tempat yang representasi, sementara ini atlet masih latihan di tempat masing-masing atau TC berjalan seperti atlet-atlet binaraga yang fokus melakukan TC berjalan di luar Papua Barat, karena diluar fasilitasnya lebih lengkap,”bebernya.
Oleh sebab itu, dirinya berharap kepada KONI Papua Barat agar bergerak lebih cepat, karena menurutnya Papua Barat sudah kalah star dan bergeraknya lambat danb ini akan merugikan cabor bukan PABBSI, tetapi semua cabor. [RED/ONE]