Orang Asli Papua Diminta Tak Bergantung Pada Proposal

0
Ilustrasi
MANOKWARI, braind.id – Setelah mencanangkan lahan Perkebunan Kakao seluas 50 hektar dan Intensifikasi tanaman kakao seluas 200 hektar di Distrik, di Manokwari. Gubernur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan menghimbau kepada masyarakat asli Papua setempat dapat memanfaatkannya dengan baik.
Pasalnya, di 13 Kabupaten dan Kota se-Papua Barat banyak kegiatan yang sudah dilaksnakana untuk membangun dan meningkatkan ekonomi kerakyatan dan salah satunya adalah program pertanian.
Meski, menurutnya orang asli papua (OAP) masih dikatakan belum tekun dalam bertani seperti memanfaatkan halaman atau lahan yang dimiliki. Dimana, masyarakat juga harus mampu memanfaatkan pekarangan rumah untuk bertani, sehingga tidak bergantung pada hal-hal instant seperti bantuan pemerintah.
“Jangan tunggu- tunggu proposal, tapi lakukan pekerjaan yang ada meskipun hanya sedikit lahannya. Jangan harap proposal tetapi manfaatkan lahan di kampung untuk berkebun” kata Gubernur Dominggus Mandacan, Rabu (31/10/2018)
Dalam kesempatan ini, Gubernur berbagi pengalaman sewaktu masih sekolah. Dimana, kata dia, semasa sekolah di Fanindi. dia (Gubernur-red) sambil sekolah dan bantu orang tua untuk berkebun.
“Waktu kita manfaatkan dengan sebaiknya. Ikut menanam dan waktu panen kami ikut memanen hingga menjualnya,”ucapnya.
Artinya waktu itu, lanjutnya, sangat dimanfaatkan dengan berbagai hal positif sehingga hasilnya dapat bermanfaat. Tak hanya itu, dia juga membantu orang tua meringankan biaya pendidikan ataupun kebutuhan lainnya.
“Kondisi berbeda era saat ini, masyarakat atau mahasiswa sangat bergengsi karen adanya bantuan pendidikan dari pemerintah. Sehingga hanya mengharapkan proposal dimaksud. Tapi saya mengajak kita untuk mengubah kebiasaan itu, lakukan pekerjaan yang ada, karena jerih payah kita akan sangat memberikan kita kepuasan,”tandasnya. [FEN/ONE]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here