Meski 119 Peti Mati Berhasil Dikembalikan, Parjal Kesal Dengan Bupati Manokwari

0
2755
Pengembalian 119 Peti Mati Dikembalikan//RED
MANOKWARI, braind.id – Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat kesal atas kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manokwari terkait pengadaan 119 buah Peti Mati.
Pasalnya, dalam penyelesaian persoalan bisnis Peti Mati yang dianggap illegal ini sama sekali tidak direspon Pemda dalam hal ini Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan.
“Setidak pemda mengutus jajaran atau instansi terkait guna hal tersebut. Ini kok malah di biarkan. Andai saja ada kebakaran atau tindakan brutal dari warga terus mau salahkam siapa,”tegas Panglima Parjal Papua Barat, Ronald Mambiew kepada wartawan, di Kompleks Borarsi, Manokwari, Jumat (2/11/2018)
Suasana ratusan Peti Mati saat dikembalikan//RED
Untuk itu, menurut Panglima Parjal, pemerintah harus menanggapi atau merespon persoalan tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Bukan malah tutup telinga dan mata. Pura-puratuli dan buta, untung saja kami kawal. Kalau tidak, pasti masalah hukum menjerat warga sebab semua warga pasti ada yang berbeda paham,”kata Ronald Mambiew.
Disamping itu, Panglima Parjal mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil investigasi Parjal, 119 buah Peti Mati tersebut berasal dari Thailand dikirim menggunakan Kontener milik PT. Tanto yang bawa menggunakan Kapal ke Manokwari.
“Parjal berhasil mengembalikan Peti Mayat buatan Thailand ke kapal. berdasarkn pengaduan warga bersama RT dan RW serta Lurah setempat. Kami telah mengawal pengembalian Bisnis Peti Matibke kapal tanpa petugas pemda. Kesal terhadap kinerja pemda yg seolah-olah melakukan proses pembiaran,”tandasnya.
Pantauan braind.id, ratusan peti mati itu dikembalikan ke Palabuhan sekira pukul 18.00 WIT menggunakan dua truck.
Sebelum dikembalikan, terkihat ada negosiasi yang dilakukan oleh pihak Kepolisian, Kepala Lurah Padarni, RW/RT, Panglima Parjal Papua Bara, dan Warga setempat. [RED/ONE]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here