LP3BH Dukung Pemberantasan Miras di Manokwari

0
Ilustrasi
MANOKWARI, braind.id – Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy mendukung langkah penegakan hukum dalam pemberantasan minuman keras (Miras) di Kabupaten Manokwari dan sekitarnya.
“Seperti pada awal tahun 2019 (1/1/2019) ketika Kepala Satuan Brigade Mobil (Kasat Brimob) Polda Papua Barat Kombes Pol. Gothelp C. Mansnembra dan jajarannya berhasil menangkap dan menyita 70 karton miras milik Tony, bos Toko Elekteonik Bintang Jaya di pantai Taman Ria, Wosi-Manokwari,”kata Warinussy kepada braind.id, di Manokwari, Sabtu (9/02/2019).
Menurutnya, dari 70 karton miras jenis vodka dan whisky robinson (wiro) tersebut, 60 karton bisa disita aparat Brimob Polda Papua Barat. Sedangkan 10 karton lainnya sempat dibawa kabur oleh oknum tak dikenal dengan salah satu perahu nelayan.
Meskipun, lanjut dia, proses hukum perkara 60 karton miras ilegal milik Tony Toko Elektronik Bintang Jaya tersebut sudah diproses sampai ke pengadilan. Namun sebagai sesama abdi hukum, dirinya melihat dari pernyataan Kasat Brimob bahwa ada barang bukti SMS dari Tony pemilik barang haram tersebut dengan Sadam, sopir mobil box saat ditangkap (1/01/2019).
“Yang menyatakan kalau mereka (Tony) sudah memberi “pelicin” sejumlah Rp. 250 ribu perkarton pada setiap pos Polisi Perairan (Polair) dari Sorong hingga Manokwari? Itu artinya 60 karton miras dikalikan Rp. 250 ribu sama dengan Rp. 15 juta,”sebut Warinussy.
Maka, kata dia, misalnya ada 10 pos penerima uang pelicin dari Sorong hingga Manokwari. Berarti Tony telah mengeluarkan uang sejumlah Rp. 150 juta untuk meloloskan miras ilegal tersebut.
Oleh sebab itu, sebagai Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) dirinya mendesak Kapolda Papua Barat melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan penyelidikan berdasar informasi SMS yang ditemukan oleh Kasat Brimob Polda Papua Barat tersebut.
“Indikasi makin kuat, karena sebelum Kombes Pol. Mansnembra menjadi Kasat Brimob Polda Papua Barat, belum pernah ada penangkapan terhadap pemasokan miras dalam jumlah besar hingga puluhan karton seperti ini,”terangnya.
Untuk itu, dia mengemukakan bahwa langkah Kasat Brimob Polda Papua Barat dan anggotanya tersebut seharusnya menjadi preseden positif bagi aparat penegak hukum di Polres Manokwari maupun Polda Papua Barat.
“Bahkan layak diberi penghargaan (reward), karena Kasat Brimob Kombes Pol. Mansnembra berhasil melaksanakan perintah Kapolda Papua Barat secara tegas, berani dan tanpa kompromi,”pungkasnya.
Ditambahkannya, bahkan kasusnya bisa menjadi perkara penting dalam sejarah implementasi amanat Peraturan Daeran (Perda) Kabupaten Manokwari Nomor 5 tahun 2006 tentang Miras. [RED/ONE]