Lestarikan Hutan, Komari Papua Gelar Festival dan Seminar Sehari di Gunung Meja Manokwari

0
370
Hutan Gunung Meja Manokwari, Papua Barat//IST
MANOKWARI, braind.id – Peringati Hari Hutan Nasional 10 Agustus 2018, Komari Papua Galakan kegiatan Festival 1000 Pohon di Taman Wisata Alam Gunung Meja dengan melibatkan puluhan Siswa SD, warga Masyarakat, pemerhati Lingkungan Hidup, LSM dan BKSDA, Pariwisata dan Pemkab Manokwari, Papua Barat.

Sekretaris Panitia Festival 1000 Pohon, Descarlo Worabai mengungkapkan Seminar Festival 1000 pohon ini dilaksanakan langsung di TWA Gunung Meja dengan Melibatkan Masyarakat Siswa SD, dan Pihak KSDA, Pemkab dan Masyarakat agar Masyarakat mengenal lebih dekat dengan Alam dan mengetahui Langsung Potensi dan dampak kerusakan dari TWA Gunung Meja ini.

Sekretaris Panitia Festival Pohon, Descarlo Worobai//JAS

“Target kita undang siswa SD menanamkan nilai Perlindungan dan Pelestarian Hutan bagi keberlangan Kehudupan. Kita tanamkan nilai bahwa hutan perlu dirawat, dilestarikan kepada adik-adik sejak bangku Sekolah Dasar agar mereka tahu betul tentang manfaat Hutan bagi. Tujuannya para siswa SD telah mengenal Hutan sejak dini sehingga dikedepan mereka sudah tahu apa yang harus mereka buat untuk pelestarian hutan. Secara khusus, mereka mengenal Taman Wisata Alam Gunung Meja dan proses pelestariannya,”ucap Worabay usai mengikuti Seminar Pelestarian Hutan di Tugu Jepang TWA Gunung Meja, Sabtu (11/8/2018).

Selain itu, lanjutnya, target yang berkut adalah melihat Animo Masyarakat Manokwari untuk refresing dan wisata cukup tinggi, bukan saja dilaut dihutan juga sama, dan kebetulan Potensi itu ada di Gunung Meja, oleh sebab itu komari lakukan festival Pohon dengan harapan melibatkan masyarakat umum untuk begaimana melihat potensi ini kedepan,”ujarnya.

Berikutnya, dia mengatakan Festival seribu pohon hari ini dan Seminar penanganan TWA Gunung meja karena sebelumnya telah dibuat Konser Hijau, namun pada waktu itu belum disusun detail Genering Design, oleh sebab itu melalui Festival 1000 Pohon ini, dari pihak KSDA mereka melihat format idenya agar peserta yang ikut mereka tahu arah pembangunan TWA Gunung Meja.

Oleh sebab itu, Descarlo berharap agar upaya Taman Wisata Alam Gunung meja dapat lestari dengan memberikan Suplay Hidrologi dan Kepariwisataan bagi Manokwari.

“Fungsi Gunung meja sebagai suplai Hidrologis itu jangan sampai Hilang. TWA GM Sebagai Sumber Air itu jangan sampai Hilang, karena itu sesuai dengan masukan Kepala BKSDA Papua Barat bahwa dibutuhkan managemen Colaboratif untuk megelola TWA sebagai Objek Wisata, tetapi juga memberikan suplay hidrogi bagi Masyarakat diKota Masyarakat Manokwari.,”tandasnya. [JAS/ONE]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here