Lantik Pengurus Baru, Ketum IMPM Harap Ada Perhatian Pemerintah

0
288

MANOKWARI, braind.id – Dalam rangka reorganisasi badan kepengurusan. Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Moi (IMPM) Sorong, di Kota Studi Manokwari melaksanakan pelantikan badan pengurus baru priode 2017-2018.

Pelantikan yang dilaksanakan Sabtu (28/04/2018) pukul 11.00 WIT siang, di Asrama Moi, di Kompleks Amper, Amban, Manokwari itu di hadiri puluhan mahasiswa serta sejumlah tokoh masyarakat Moi di Manokwari.

Badan pengurus IMPM Kota studi Manokwari yang baru itu, dilantik secara langsung oleh Ketum IMPM se- Indonesia, Isai Onesimus Paa.

“Kita sebagai pengurus pusat, berhara ketika badan pengurus ikatan telah dilantik, kedepan kita selalu harus berordinasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan mahasiswa,”ujar Ketum IMPM se-Indonesia, Isai Onesimus Paa, Mahasiswa UMS Sorong.

Selain di Manokwari, lanjut Ketum, pihaknya berharap kepada semua badan pengurus di kota studi yang sudah dibentuk IMPM untuk selalu berkordinasi.

Kemdian mengenai jumlah mahasiswa, Isai Paa mengemukakan, pihaknya masih melakukan pendataan, maka sementara ini jumlahnya belum diketahui. Tetapi dari data sebelumnya itu jumlahnya kurang lebih 200 mahasiswa di berbagai displin ilmu.

Disamping itu, Isai Paa menuturkan, mengenai perhatian pemerintah kepada anak-anak Moi, menurutnya sudah ada dua wilayah pemerintah yakni Kota dan Kabupaten Sorong.

“Maka saya selaku ketum IMPM menegaskan kepada pemerintah daerah secara khusus di dua wilayah pemerintah tersebut untuk harus mempriotaskan anak-anak Moi di berbagai displin ilmu yang ada, karena kalau kita berbicara soal implementasi Otsus. Masing-masing suku di tanah Papua sudah punya Kabupaten masing-masing,”kata Isai Paa.

Oleh sebab itu, sebut dia, khusus buat Kota dan Kabupaten Sorong harus mempriotaskan anak-anak Moi, karena menurutnya hak-hak yang dikhususkan dari sisi pendidikan kalau bisa disalurkan langsung ke anak-anak Moi di berbagai Kota Studi.

“Kita baru punya dua Asrama yaitu di Manokwari dan di Jayapura yang pemerintah bangun. Ya kita berharap pemerintah dapat membangun Asrama di Kota studi lainnya,”pungkas Isai Paa.

Sementara Ketua terpilih badan pengurus IMPM Kota Studi Manokwari, Gerson Kalasuat menyampaikan sebagai ketua baru akan terlebih dahulu melakuka konsolidasi struktur dan menjalan beberap program IMPM.

“Program kita diantaranya membangun kerohanian dari mahasiswa yaitu dengan malaksanakan ibadah-ibadah IMPM dan mendata ulang jumlah mahasiswa Moi,”sebut Ketua terpilih.

Menurutnya, program kerohanian haru diutamakan, agar para mahasiswa dan pelajar yang jumlahnya kurang lebih 100 di Kota Studi Manokwari dapat menjauh dari hal-hal negative terutam Narkoba, Mias, dan paham radikalisme.

“Kami memang mendapat bantuan fasilitas berupa komputer dan beasiswa sebesar Rp. 2,5 juta per mahasiswa dari pemerintah Kota Sorong,”ungkap Kalasuat.

Berikutnya, Imanuel Gefilem, salah tokoh intelktual Moi di Manokwari mengemukakan bahwa ketika organisasi mahasiswa dan pejalan ini terhimpun kembali, maka akan menghidupkan komunikasi diantara mahasiswa dan pelajar dari Moi di setiap Kota Studi di Indonesia.

“Sehingga kedepan, diharapkan mampun mengadapi kondisi paradapan dunia yang berkembang dan kita tidak bisa menghindar dari hal itu karena itu adalah sebuah proses pembangunan manusia yang semakin berkembang, tapi kita tidak bisa hidup tanpa keluarga maupun organisasi,”tutur Imanuel Gefilem.

Untuk itu, lanjutnya, sebagai orang tua maupun sesepu yang ada wilayah adat tanah Arfak, berharap supaya dengan terbentuknya organisasi tersebut bisa melihat keadaan-keadaan yang ada selain pengaruh-pengarus luar seperti narkoba, miras, dan paham radikalisme yang sementara ini sedang berkembang di Indonesia.

“Jadi intinya mahasiswa dan pelajar yang sudah terbentuk kepengurusannya harus saling menjaga sehingga studinya bisa diselesaikan dengan baik dan bisa mengejar impian yang diharapkan oleh orang tua di kampung,”tutup Gefilem Imanuel. [fg]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here