Lantamal II Lakukan Tindakan Mencegah Penyebaran Kasus Penderita Demam Berdarah

0

PADANG, braind.id Meningkatnya kasus penderita demam berdarah diseluruh Indonesia membuat pemerintah menetapkan kejadian ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB),

berdasarkan data yang diterbitkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mulai dari bulan November 2018 hingga bulan Januari 2019 tercatat lebih dari 16.000 kasus penderita demam berdarah dan 169 orang diantaranya meninggal dunia.

Menanggapi kasus tersebut Komandan Lantamal II berdasarkan perintah Kepala Staf Angkatan Laut memerintahkan kepada Dinas Kesehatan Lantamal II untuk melakukan kegiatan dan tindakan yang bertujuan mencegah penyebaran kasus penderita Demam Berdarah di wilayah kerja Lantamal II.

Kegiatan pencegahan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Lantamal II dengan cara memberikan penyuluhan kepada seluruh Prajurit dan PNS di Lingkungan Lantamal II tentang bahaya dan pencegahan demam berdarah di Mako Lantamal II yang dihadiri oleh Wakil Komandan Lantamal II dan seluruh Prajurit dan PNS di Mako Lantamal II, Jalan Bukit Peti-peti Teluk Bayur, Padang, Rabu (20/02/2019).

Dalam sambutan Komandan Lantamal II yang dibacakan oleh Wadan Lantamal II Kolonel Marinir Lasmono menyampaikan bahwa untuk menyikapi perkembangan situasi dewasa ini banyak hal yang harus kita waspadai tentang berbagai penyakit yang setiap saat dapat menyerang kita dan keluarga,

Lanjutnya, oleh sebab itu maka acara penyuluhan ini sangat penting dilaksanakan dengan tujuan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman kita tentang penyakit demam berdarah (dengue) serta bagaimana pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD agar kita terhindar dari penyakit tersebut.

Lettu Laut (K) dr. Waldi Kurniawan selaku pemberi materi penyuluhan tentang pencegahan Virus Demam Berdarah menjelaskan bahwa demam dengue atau yang dikenal secara umum oleh masyarakat Indonesia sebagai demam berdarah merupakan penyakit yang dapat membuat suhu tubuh penderita menjadi sangat tinggi dan pada umumnya disertai sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, serta nyeri di bagian belakang mata.

“Sebetulnya demam dengue dan demam berdarah merupakan dua kondisi yang berbeda, namun sebagian besar masyarakat Indonesia sudah terlanjur salah kaprah. Demam berdarah atau dengue hemorrhagic fever (DBD) merupakan komplikasi dari demam dengue (dengue fever) yang memburuk,” katanya.

“Gejala DBD tergolong parah (meskipun pada fase ini panas tubuh mengalami penurunan) di antaranya adalah kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah bening, muntah-muntah yang disertai darah, keluarnya darah dari gusi dan hidung, napas terengah-engah, dan pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri disekitar perut ,” kata dr. Waldi. (dade)