LANGKAH SERIUS BNN UBAH LAHAN GANJA MENJADI AGROWISATA

22

Aceh – braind.id – Sebagaimana banyak kasus yang telah terungkap, Aceh diketahui menjadi salah satu daerah penghasil ganja di dunia. Penanaman ganja ilegal pun dilakukan di Aceh untuk kemudian dijual di dalam negeri maupun di luar negeri. Oleh sebab itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai instansi yang memiliki tugas dalam penanganan permasalahan narkotika di Indonesia tengah berupaya untuk menghentikan praktek penanaman ilegal tersebut. Dengan menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Aceh, dan instansi terkait lainnya, BNN menginisiasi sebuah grand desain alternative development (GDAD) ini di sampaikan lansung Oleh Kepala BNN Komjem Pol. Budi Waseso bersama dengan Kementerian Lingkungan dan Kehutanan saat di tiba di Aceh Minggu 25/02/2018.

GDAD merupakan sebuah langkah yang dirancang oleh BNN bersama dengan kementerian/instansi terkait untuk melakukan alih fungsi lahan di Aceh yang kerap digunakan untuk menanam ganja menjadi agrowisata. Melalui program ini petani ganja di Aceh akan beralih untuk menanam tanaman produktif seperti jagung, kedelai, dan sebagainya. Selain sektor pertanian, alih fungsi lahan juga akan dilakukan perikanan, dan sektor pariwisata.

Sebagai bukti keseriusan sinergitas tersebut, Kepala BNN Komjem Pol. Budi Waseso bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gubernur Aceh, serta Anggota DPR RI Dapil Aceh melakukan penanaman perdana pada program Alternative Development. Penanaman dilakukan di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Senin (26/2) dan di Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh, Rabu (28/2). Keduanya merupakan pilot project dari program Alternative Development yang telah dirancang oleh BNN.

Tujuan dari dilaksanakannya progam ini diantaranya yakni untuk mengembangan sosial budaya, mewujudkan keamanan dan ketertiban, menjaga lingkungan hidup dan kelestarian hutan, pengembangan ekonomi, menciptakan ketahanan pangan, serta pembangunan agrowisata. Pelaksanaan GDAD ini pun dibuat ke dalam tiga tahapan dalam jangka waktu 10 tahun, dimana tahapan pertama adalah pembangunan kepercayaan, kedua yaitu pengimplementasian program, dan ketiga adalah pembangunan agrowisata.

Melalui alternative development diharapkan produksi ganja di Aceh akan menurun yang tentunya diiringi dengan turunnya peredaran gelap ganja di Indonesia. Selain itu, dengan program ini diharapkan masyarakat Aceh memiliki produktivitas yang dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan dan membangun Aceh yang bersih dari produksi ganja ujar Kepala BNN (Sepriboy Saputra).

 

22 KOMENTAR

  1. hi!,I love your writing so a lot! percentage we keep
    in touch extra approximately your post on AOL? I need a specialist in this area to
    unravel my problem. Maybe that’s you! Looking forward to
    peer you.

  2. Hi there, You have done a fantastic job. I’ll certainly digg it and personally suggest to my
    friends. I am confident they’ll be benefited from this website.

  3. Just desire to say your article is as amazing. The clearness in your post is simply
    great and i can assume you are an expert on this subject.
    Well with your permission allow me to grab your feed to keep up to date with forthcoming post.

    Thanks a million and please continue the enjoyable work.

  4. Hello! Someone in my Myspace group shared this site with us so I came to take a look.
    I’m definitely loving the information. I’m book-marking and will
    be tweeting this to my followers! Fantastic blog and brilliant design and style.

  5. Purchase Levitra Without Prescription Propecia Effets Indesirables Allergie Lioresal Intrathecal viagra Z Pack Cialis Livraison Rapide En France Candian Pharmacy Online Canada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here