Kadinkes Sikapi Status Facebook Milik Ketua MUI PB??

0
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Papua Bara, Otto Parorongan//IST
MANOKWARI, braind.id – Menyikapi himbauan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat melalui status facebook miliknya pada Rabu (1/08/2018) sekira pukul 06.00 WIT terkait penggunaan Vaksin Measles dan Rubella MR. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Papua Bara, Otto Parorongan angkat bicara.

Menurutnya, pelaksanaan Kampanye Measles (Campak ) dan Rubella serta status halal haram dari vaksin MR sudah dilakukan oleh pihaknya.

Dimana, Kegiatan kampanye imunisasi MR ini merujuk kepada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/45/2017 Tentang Pelaksanaan Kampanye dan introduksi imunisasi Measles Rubella di Indonesia, yang mengamanahkan untuk melaksanakan kegiatan kampanye MR pada anak usia 9 bulan sd 15 tahun.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memutus rantai penularan penyakit campak yang merupakan penyakit yang sangat mudah menular dan dapat menimbulkan wabah, sedangkan penyakit rubella dapat menyebabkan keguguran atau cacat bawaan (Congenital Rubella Syndrome) apabila menyerang wanita hamil trimester I,”ujar Kadiskes Provinsi Papua Barat melalui pesan whatsAp, Rabu (1/08/2018).

Ini status Ketua MUI Papua Barat diakun facebook miliknya//IST

Dikemukakannya bahwa Vaksin yang dipakai adalah vaksin Measles and Rubella Vaccine , Produksi Serum Institute of india PVT.LDT yang di impor oleh PT. BIO FARMA yang juga telah dipakai pada saat pelaksanaan kampanye imunisasi MR di tanah jawa dan bali pada bulan Agustus dan September tahun 2017.

“Kewenangan menginformasikan apakah vaksin itu halal atau haram mutlak pada Majelis ulama Indonesia (MUI) , dan saat ini Kementrian kesehatan akan berkoordinasi denganMUI Pusat untuk menanggapi surat MUI pusat nomor : B-904/DP-MUI/VII/2018 yang di tujukan kepada Menteri Kesehatan tentang Vanksi MR,”jelas dia.

Maka, sebut dia, pada hari ini (1/08/2018) sampai dengan akhir bulan Agustus 2018 seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Papua Barat Melaksanakan kegiatan Imunisasi MR dengan target minimal 95 persen dari sasaran 266.463 anak.

“Kegiatan kampanye imunisasi MR ini adalah kegiatan yang sangat mulia, untuk melindungi anak anak kita dari penyakit yang berbahaya dan merupakan pemenuhan atas hak anak untuk mendapatkan hidup sehat serta masa depan yang baik,”tandasnya. [RED/ONE]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here