Juru Bicara Badan Intelijen Negara, Wawan: Isu Tersebut Tidak Benar Dan Mendiskreditkan

0

JAKARTA, braind.id Badan Intelijen Negara (BIN) dituding mantan anggota DPR RI Djoko Edhi Abdurrahman, menyuap organisasi mahasiswa kelompok Cipayung Plus agar tak mengkritisi dan menjadi oposisi pemerintah. Suap senilai Rp.200 juta diberikan terhadap PB HMI, PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, IMM, Hikmabudhi, dan KMHDI.

“Pimpinan organisasi seperti ketua pengurus besar (PB), juga disebut mendapat Rp.20 juta per bulan. Isu tersebut tidak benar dan mendiskreditkan pemerintah, dalam hal ini BIN. BIN tidak melarang siapapun untuk mengkritisi pemerintah,” kata Juru bicara Kepala Badan Intelijen Negara, Wawan Hari Purwanto, Selasa (20/11), saat jumpa pers, di Restoran Sate Pancoran, Jakarta Selatan.

Sebab, kritik dan saran merupakan sarana evaluasi untuk kemajuan bangsa, namun kritik harus ada data dan fakta serta diberikan solusi. Selama ini kritik dan saran terus terjadi, dan tak dipersoalkan, karena ada hak jawab yang diberikan undang-undang secara berimbang (cover both side).

“Lebih lanjut, kata Wawan mengatakan munculnya berbagai organisasi seperti ormas relawan kehendak masyarakat untuk berserikat, berkumpul secara sukarela. Deklarasi dukungan para ormas termasuk terhadap Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, merupakan tanggung jawab pengurus organisasi masing-masing, tidak perlu didorong atau dipaksa siapapun termasuk BIN,” ujarnya.

Ormas bebas menyuarakan sesuatu, namun tetap harus bertanggung jawab, bukan hoaks, bukan fitnah, sebab mereka dapat terkena sanksi UU ITE. Kita tidak akan melaporkan Pak Djoko, karena beliau hanya meminta klarifikasi. (dade)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here