Jumat, Jenazah “Steve Mambor Akan Dikirim Dari Australia ke Papua

0
1909
Solidaritas Seniman Musik di Manokwari saat konser Penggalangan Dana//fg

MANOKWARI, braind.id – Guna membantu kepulangan jenazah Sang Legenda Black Brothers, Steve Mambor dari Cambera, Australia ke Tanah Papua. Solidaritas Seniman Musik di Manokwari, Papua Barat menggelar Konser Penggalangan Dana.

Konser penggalangan yang digelar, di Cafe Jamer Timer, Manokwari Senin (7/05/2018) sekira pukul 22.00 WIT itu dihadiri juga para pemerhari musik Black Brothers.

Pieter Mambor, salah satu adik kandung almahrum Adik kandung almahrum Steve Mambor menyampaikan banyak terimakasi kepada solidaritas seni musik di Manokwari yang sudah membantu keluarga untuk memulangkan almahrum ke Tanah Papua.

“Rencana, Jenazah pemain drum pertama kali di Tanah Papua ini direncanakan akan di kirim dari Auatralia, Jumat (11/05/2018),”ungkap Pieter Mambor yang ditemui, braind.id, Senin (7/05/2018).

Putra asal Wondama kelahiran tahun 1955 ini bermain drum sejak berumur 6 tahun dan bergabung atau terjun ke dunia musik 1969 sampai dengan bergabung dengan Gruop Band Leganda Black Brothers.

Kemudian Almahrum meninggal di umur 63 tahun karena mengalami sakit, meski sempat menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Cambera, Australia.

“Steve Mambor tidak pernah ikut sekolah musik, tapi bisa bermain drum dan itu adalah bakat alam. sampai hari ini belum ada satu anak Papua yang menggantikan almahrum,”kata Pieter Mambor.

Diungkapkannya, setelah mendengar kepergian Steve Mambor seniman musik di Tanah Papua bahkan seluruh Indonesia menyampaikan merasa kehilangan satu legenda.

“Ya diharapkan kedepan ada anak-anak Papua yang bisa menggantikan almahrum sebagai pemain drum di Tanah Papua bahkan bisa mengembangkan Black Brothers seperti dahulu kala,”pungkas Pieter Mambor.

Anggota DPR Papua Barat, Rudi Timisela//fg

Sementara itu, Rudi Timisela, salah satu anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) Papua Barat juga menyampaikan rasa keprihatinannya terhadap kepulangan sang legenda musik Papua.

“Kami sebagai pemerhati musik papua teruma musik gruop black brothers sangat merasa kehilangan, karena memang sampai saat ini belum ada pengganti black brothers di tanah papua,”ungkapnya.

Oleh sebab itu, Rudi Timisela berharap kedepan harus ada pengganti gruop legenda. Maka, dirinya berharap juga kepada pemerintah dalam hal ini dewan kesenian untuk mampu menciptakan seniman-seniman musik di Tanah Papua khususnya di Papua Barat. [fg]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here