Ini Wajah Desa dan Kampung Tertinggal Sejak Indonesia Merdaka…!!!!

4
“Salah satu Desa dan Kampung dari jaman orde lama sampai jaman reformarsi tetapi yang masih tertinggal adalah Desa Putra Buyut yang dulunya masuk di wilayah Desa Buyut Udik Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung”
Sejalan dengan adanya Otonomi Daerah maka 3 Kampung yaitu Kampung Sukoharjo satu, Kampung Sukoharjo dua, dan Kampung Sukoharjo tiga melebur menjadi satu dan memisahkan diri dari Desa Buyut Udik dengan harapan agar dapat mempercepat pembangunan di segala bidang dan mengejar ketertinggalan dengan Desa lain.
Walhasil sekitar 15 Tahun lalu terbentuklah Desa Putra Buyut yang saat itu langsung di pimpin Oleh penggagas sekaligus sebagai sesepuh yaitu Bapak Tari yang di dampingi oleh Sekertaris Desa yang juga seorang tokoh masyarakat yaitu Bapak Paeto Handono.
Bersama berjalannya waktu iklim politik untuk memilih pemimpin baru di Desa Putra Buyut bergairah yang pada akhirnya terjadilah pesta demokrasi di Kampung Putra Buyut dengan suasana yang bergairah karena akan ada pemimpin baru yang harapannya dapat membawa perubahan nyata.
Pesta telah Berakhir dan terpilihlah Kepala Desa Baru yaitu Saudara Maryadi, anak muda kelahiran tahun 1970 ini mampu menyisihkan para pesaingnya dengan mudah karena Maryadi mendapat dukungan luar biasa dari sebagian masyarakat terutama dari kaum Muslim, dalam perjalanan waktu sampailah masa jabatan Maryadi Habis dan pesta Demokrasi berjalan kembali dan di gelarlah pemilihan Kepala Desa kedua, walhasil Inkamben Saudara Maryadi mampu menyingkirkan pesaingnya yaitu Bapak Boimin.
Sayangnya gairahnya demokrasi tidak di barengi dengan pengelolaan Desa seperti apa harapan Rakyat Putra Buyut, Ironis sekali Desa yang mempunya sumber daya manusia dan alam yang Bagus ini masih nampak seperti daerah Transmigrasi baru di buka. Contoh riil jalan utama yang merupakan fasiltas bagi Rakyat Putra Buyut agar dapat terhubung dengan daerah lain rusak parah tidak karuan.
Hal ini terjadi karena setiap hari tidak kurang 100 mobil truk bermuatan pasir yang merupakan sumber daya alam daerah ini yang di garong oleh oknum dan tanpa ada kontribusi bagi pembangunan dan pendapatan bagi Desa Putra Buyut.
Menurut keterangan seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya sesungguhnya setiap truk yang melintas diwajibkan membayar Rp. 10 ribu sekian tahun. ini dana kalo di kelola dengan benar luar biasa besar PAD DESA PUTRA BUYUT. Dia juga berharap agar pihak terkait dapat memperhatikan kondisi yang ada di PUTRA BUYUT agar Rakyat Putra Buyut dapat menikmati jalan yang layak seperti Daerah lain. [red/one]

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here