Indonesia Diminta Bertanggungjawab Atas Kematian Dr. Thomas Wainggai

0

PAPUA BARAT, braind.id – Memperingati Kematian Dr, Thomas Wapai Wainggai, HG; MPA, seorang Proklamator Negara Republik Melanesia Barat yang jatuh pada tanggal 12 Maret 1996. Sekjen Dewan Melanesia Barat, Melky Bleskadit minta Indonesia harus bertanggungjawab secara hukum.

Hal ini disampaikan dalam Ibadah syukuran yang dilaksanakan Rakyat Papua bersama Dewan Melanesia Barat di Manokwari, Papua Barat, Senin (12/03/2018).

Melky Bleskadit mengatakan, sebagai generasi Bangsa yang peduli akan sebuah kebebasan dengan meningkatkan jiwa patriotisme dengan mengenang jasa para pahlawan perjuangan kebebasan Bangsa Melanesia Barat di Papua Barat.

Pasalnya, hal itu merupakan sebuah unsur positif daripada seorang aktivis perjuangan kebebasan, sebab menurutnya, nilai-nilai daripada menghayati, mengamalkan nilai-nilai patriotism adalah sebuah unsur moral dan roh dari sebuah perjuangan revolusi Bangsa Melanesia Barat.

“Tujuan daripada kita memperingati hari kematian bapak Dr. Thom ini merupakan sebuah hajat penting, dimana apa yang dikaryakan seorang proklamator ini adalah sebuah karya besar yang positif bagi pembebasan bangsa kita dan ini perlu kita hanyati serta apresiasi bahwa apa yang dilakukannya merupakan solusi terbaik bagi bangsa kita untuk menuju pada pembebasan,”kata Melky Bleskadit kepada wartawan, usai beribadah di sekretariat Dewan Melanesia Barat di Fanindi, Senin (12/03/2018).

Kata dia, tidak ada format dan solusi lain selain yag dilakukan oleh seorang Dr.Thom. dimana, apa yang dilakukan almahrum adalah satu formulasi yang perlu digunakan untuk mencapai sebuah target pembebasan, karena sangat mengadung unsur-unsur positif yang sangat tinggi.

“Jadi semua elemen bangsa harus memperhatikan dan mengkaji secara baik serta universal dan moderat terhadap nilai-nilai apa yang telah dibangun oleh para pemimpin-pemimpin dahulu kita, karena yang mereka lakukan itu merupakan sebuah tugas yang diembani oleh bangsa kepada mereka dan itu merupakan satu dukungan dan tanggungjawab moral yang sangat dalam terhadap bangsa itu sendiri,”imbuhnya.

Sebab, Bleskadit mengemukakan bahwa mendirikan sebuah negara, itu adalah tanggungjawab bangsa tersebut melalui para petinggi-petinggi pejuang secara konseptual harus melahirkan landasan-landasan ideal dan ideology agar landasan itu menjadi landasan positif atau acuan hukum yang mengarah kepada kenampakan dari tujuan perjuangan.

“Target dan tujuan dari perjuangan itu adalah bagaimana menunjukan wujud daripada konsep dasar terhadap perjuangan itu. Sebab beridirnya sebuah negara itu mempunyai unsur-unsur positif yang pasti, yang kemudian itu tidak dapat dibanta oleh bangsa mana pun sebab itu memiliki acuan rasional dan instrument itu memiliki prosedur yang digunakan secara universal di dunia,”ujarnya.

Maka, menurutnya, apa yang telah dibangun oleh almahrum memiliki penguatan positif, baik secara politik, hukum dan lain-lain muatan itu telah terkafer dan telah dilakukan oleh seorang Dr. Thom.

Dikatakanya bahwa proklamasi Negara Republik Negara Melanesia Barat tersebut dilakukan secara resmi dan terbuka di depan oleh beliau (dr. Thom) melakukan sebuah proklamasi dan dari konteks hukum almahrum memiliki legalitas yang kuat.

“Jadi harapan saya pemerintah Indonesia harus melihat persoalan ini secara arif dan bijaksana. Kemudian Indonesia harus memberikan ruang untuk menyelesaikan persoalan Papua atau Melanesia Barat melalui mekanisme-mekanisme secara plibisit,”katanya.

Sehingga sebutnya, rakyat Melanesia Barat di Papua Barat akan melihat Indonesia sebagai negara perwalian yang baik dan bertanggungjawab atas wilayah perwaliannya.

“Kita sangat memberikan apresiasi kepada Indonesia sebab Indonesia juga telah memberikan hal-hal yang positif banyak kepada kita dalam pembinaan disegala bidang dan itu merupakan sebuah tanggungjawab moril buat Indonesia untuk mendidik dan membangun kita,”bebernya.

Melky Bleskadit mengungkapkan, Indonesia bukan penjajah tapi Indonesia adalah negara pemerintah perwalian berdasarkan perjanjian-perjanjian Internasional yang sudah terjadi secara transparan.

“Jadi kita harus memberikan apresiasi kepada Indonesia dan Indonesia juga harus memberikan apresiasi kepada kita, karena dengan santun kita sudah melakukannya melalui proses sebuah politik yang dibuat Dr. Thom,”tuturnya.

Disamping itu, Melky Bleskadit juga berharap kepada rakyat Melanesia di Papua Barat untuk harus secara arif dan bijaksana menyimak dan mengkaji semua proses-proses-proses peristiwa politik yang betul-betul mempunyai makna positif yang bisa dapat dipergunakan sebagai alat argument dan alat kesepakatan dalam tindakan politik yang menuju pada penyelesaian hukum.

“Kami pun meminta kepada Indonesia untuk mempertanggungjawabkan kematian almahrum Dr. Thomas Wapai Wainggai dan harus dihusut tuntas proses kematian daripada baliau,”tandas Melky Bleskadit. [fg]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here