Harga Kelapa Rp 600,- Satu Butir, Petani Pelalawan Mengeluh

0

PELALAWAN braind.id – Dua wilayah penghasil buah kelapa, Kecamatan Kuala Kampar dan Teluk Meranti. Mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani kelapa. Terletak didaerah pesisir sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau.

hampir 70% masyarakat di dua kecamatan itu  menggantungkan hidupnya dari hasil buah kelapa.

Seperti dijelaskan Alok, warga Desa Tanjung Sum kecamatan Kuala Kampar, ketika bincang- bincang kepada awak media, harga kelapa anjlok sudah hampir 6 bulan lamanya. Jumat, (19/10/2018).

Lanjut Alok, Saat ini sungguh memprihatinkan,  harga kelapa semula Rp. 2000,- per butir menjadi Rp. 600,- per butir, yang sudah berlangsung cukup lama,  hingga detik ini belum ada satupun pihak yang terkait mencari solusi untuk mengatasi nasib para petani ini.

“Belum ada tanda-tanda kelapa akan naik, saya juga heran di kecamatan Kuala Kampar kenapa harga kelapa jatuhnya sangat signifikan,” katanya.

“tentu ini menjadi persoalan penting  bagi petani kelapa, kami tidak tahu mau mengadu kemana dan kepada siapa, akibatnya masyarakat mengalami himpitan ekonomi,” jelas Alok.

Hal senada juga disampaikan Acok warga Labihan Bilik Kecamatan Teluk Meranti Harga Kelapa saat ini memang yang terparah turunnya.

“Mungkin ini paling parah dalam sejarah Harga Kelapa, kenapa demikian saya dan petani lainnya sangat kesulitan untuk mengatur keuangan,” katanya.

“belum lagi harga angkutnya yang mahal, Kelapa Kuala Kampar dan Teluk Meranti dominanya dikirim ke Inhil yaitu PT. Pulau Sambu, belum lagi antrian nge-sub ke perusahaan itu, kadang memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan,” terangnya

“yang tadinya kelapa bagus dikarenakan durasi antriannya lama maka kelapa bisa rusak dan busuk,” ungkap. Acok kepada awak media

Acok menambahkan, masyarakat sebagai petani kelapa, berharap dan memohon kepada pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas terkait untuk mencari solusi terkait anjloknya harga kelapa.

“Tolong perhatikan kami, nasib para petani kelapa di Kecamatan Kuala Kampar dan Kecamatan Teluk Meranti ini, kami memohon pemerintah secepatnya mengambil langkah strategis agar harga Kelapa kembali Normal,” harap Acok. (Rezky FM)