Gubernur Bali Menerima Audiensi Aliansi BEM Se-Bali Di Wiswa Sabha

7

BALI, braind.id – Gubernur Bali, Wayan Koster, berencana membuat loket-loket Balian (dukun) dan tukang pijit di rumah sakit pemerintah maupun swasta sampai ke tingkat bawah. Hal itu diungkapkan gubernur Rabu (31/10), kemarin seusai menerima audiensi Aliansi BEM se-Bali di Wiswa Sabha.

Menurut Gubernur Bali, selama ini dukun bisa mengobati dengan tenaga prana, menggunakan mantra-mantra dan bisa sembuh sehingga akan disediakan tempat dan bertarif.

“Ini bertarif dia. Satu paket sembuh bayar sekian. Kalau saat ini paling dikasi canang sari, dikasi 100 ribu tidak menghargai. Kan sudah bisa disembuhkan,” kata Wayan Koster,

Ia menambahkan, “padahal berobat ke dokter beberapa kali tidak sembuh lalu datang ke dukun sekali sembuh masak dihargai tidak sampai Rp 1 juta”.

Sehingga dukun dan sejenisnya ini akan ia resmikan, setelah sebelumnya dibuatkan asosiasi terlebih dahulu agar tidak ada malpraktik dan dibuat SOP-nya agar ada kode etiknya. “Itu harus diberdayakan, jangan diremehkan itu kelebihan, talenta. Nanti akan ada databasenya dibuatkan listnya,” katanya.

Koster melanjutkan, “sekarang yang bisa menyembuhkan patah tulang di Karangasem kan tidak semua tahu. Kalau itu dibuka dan diresmikan banyak dan laku keras dengan tarif resmi, aduh bisa kalah habis dokter spesialisnya,” ujarnya.

Menanggapi rencana Gubernur Bali tersebut, Ketua Presidium Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI), Romo Ustadz Aziz Hidayatullah yang ditemui dalam acara Deklarasi Damai Pilpres 2019 di Gedung Joang 45, Kamis (01/11),

menyatakan mengapresiasi penghargaan yang diberikan gubernur kepada para penyembuh alternatif yang dalam istilah setempat disebut balian.

“Apresiasi ini tentunya tidak terlepas dari kebersamaan dan kinerja pengurus FKPPAI DPD Bali yang telah aktif dan konsisten memperkenalkan Pengobatan Alternatif melalui program-program kegiatan yang dirasakan langsung oleh sesama,” papar Ustadz H. Wasis Surono, SE atau yang juga dikenal sebagai Ustadz Aziz Hidayatullah.

Apalagi, menurutnya, FKPPAI sudah lama membangun komunikasi termasuk saat menjelang pemilihan Gubernur Bali beberapa waktu lalu.

“Sekjen FKPPAI, Bunda Dani Maharsa, serta Ketua DPD FKPPAI Bali Jro Buadiarsa dan sejumlah anggota lainnya sempat bertemu Bapak Wayan Koster untuk memperkenalkan FKPPAI dan Visi Misinya,” imbuhnya.

Selain itu, FKPPAI  juga pernah menyelenggarakan kegiatan di Alun-alun dan Pendopo Agung Semarapura Kabupaten Klungkung bersama Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta, anggota DPRD serta tokoh-tokoh Bali.

Sebelumnya, tanggal  22-27 Agustus 2018, DPD FKPPAI Bali juga mengadakan Gelar Budaya dan Pengobatan Alternatif di Puri Agung Satria Jabapura, Denpasar Bali, yang diketuai Romo Eka Wiradarma dan didukung sepenuhnya oleh Ketua Dewan Pembina FKPPAI AA. Ngurah Oka Ratmadi, sesepuh Bali yang juga Anggota DPD RI.(dade)

7 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here