Gerakan Moral Aksi Mahasiswa Menggugat Tranparansi Pengelolaan Manajemen Universiata Jayabaya

0

JAKARTA, braind.id Nikolas Johan Kilikily, SH., MH., mewakilkan pernyataan dari Keluarga Besar Universitas Jayabaya (Mahasiswa S1/S2 dan Alumni),

Nikolas memaparkan dan menjelaskan, Indonesia sedang menghadapi pesta demokrasi serentak tahun 2019. Salah satu asas demokrasi tersebut adalah profesionalisme, transparansi dan akuntabilitas.

Sehingga proses demokrasi menjadi upaya penguatan bangsa dan negara kedepan.

Begitu juga dengan civitas akademika. Pendidikan dan lembaga pendidikan yang baik adalah ruang demokratis yang terbuka, terpercaya, bisa diuji dengan pengelolaan yang profesional.

Akan tetapi, ada beberapa masalah yang terjadi di Universitas Jayabaya. Terkait sistem rekruitmen karyawan yang tidak berdasarkan kompetensi,

tetapi berdasarkan nepotisme yang dilakukan beberapa oknum pengelola Universitas Jayabaya yang memasukan mayoritas saudara mereka ke Universitas Jayabaya sebagai karyawan, tanpa melihat kompetensi yang dimiliki,

hal ini merupakn tindakan nepotisme yang akan merusak perkembangan Universitas Jayabaya kedepan, bukan itu saja mereka juga melakukan tindakan semena-mena dalam merotasi karyawan yang tidak sesuai dengan aturan.

dalam Gerakan Moral Jayabaya menginginkan Yayasan Jayabaya untuk mengaudit ulang pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh manajemen yang bersumber  dari mahasiswa.

Gerakan Moral Jayabaya meminta Yayasan untuk melakukan audit pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana Gedung Jayabaya yang jauh dari layak. Sedangkan pembangunan sejatinya menjadi bagian dari kerja pengelola.

Kami meminta yayasan memeriksa ulang setiap perbaikan di gedung jayabaya.

Gerakan Moral Jayabaya mendesak Ketua Yayasan untuk melakukan audit terhadap penggunaan uang penegmbangana dan E-Libray  yang diduga tidak dilakukan sebagaimana mestinya.

Gerakan Moral Jayabaya mendesak pengurus yayasan untuk menginvestigasi informasi beban biaya 150.000 bagi mahasiswa MKn untuk pengambilan ijazah.

Penambahan beban biaya ini tidak ada dalam pembiayaan yang harus dikeluarkan mahasiswa. Potensi pemanfaatan kewenangan bisa merusak citra lembaga dan berpotensi korupsi.

Gerakan Moral Jayabaya mendesak pengurus yayasan untuk menginvestigasi dan mengaudit pembiayaan penelitian dan pengabdian masyarakat  yang diduga juga terjadi pengelembungan. (Romadhan Reubun)