FPP Minta Amin Rais dan Kivlan Zen Dipenjarakan

0

JAKARTA, brain.id Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) pada 22 Mei lalu, terus mendapat cekaman dari masyarakat.

hal itu dikatakan Koordinator Lapangan (Korlap) Ananda Lamadau, yang mengatasnamakan masyarakat yang tergabung dalam Front Penegak Pancasila (FPP), berunjuk rasa sembari membawa karangan bunga yang terbaca “Terimakasih Polri”.

Dalam orasinya, Ananda Lamadau meminta agar dalang dari aksi tersebut ditangkap dan dipenjarakan, yang berlangsung di depan Kantor Bawaslu RI. Jakarta, Rabu (29/05/2019).

“FPP menilai Amim Rais dan Kivlan Zen adalah dua diantara dalang dari aksi yang berakhir rusuh dan menyebabkan banyak kerugian, termasuk adanya korban jiwa,” kata Korlap.

Lanjut Ananda Lamadau, bahwa FPP akan terus menjaga dan merawat parsatuan. Siapapun yang ingin memecahbelah persatuan harus ditindak tegas.

“Dengan alasan apapun, mereka yang ingin memecahbelah persatuan bangsa Indonesia harus ditindak. Jangan diberikan ruang sedikitpun,” tegas Ananda.

Dia menyinggung bahwa pemilihan umum (pemilu) adalah ajang pesta demokrasi. Seharusnya, pesta ini dirayakan dengan riang gembira. Bukan sebaliknya, oknum yang selama ini dikenal sebagai tokoh bangsa malah membuat onar dan mengajak rakyat untuk membuat rusuh.

“Yang namanya pesta itu mestinya dirayakan dengan riang gembira. Di momentum inilah rakyat menggunakan kedaulatannya. Jangan dinodai dengan aksi-aksi yang yang tidak mendidik dan menciderai demokrasi,” kata Ananda.

Koordinator Lapangan FPP Ananda Lamadau menguraikan tuntutannya, Massa aksi menuntut dan menyampaikan pernyataan sikap. Berikut poin-poinnya:

1. Mengajak seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa pasca pemilu 2019.

2. Mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menjaga semangat satu bangsa, satu tanah air, dan satu tujuan Indonesia jaya bahwa perbedaan adalah keniscayaan untuk persatuan dan kesatuan bangsa.

3. Penjarakan Amin Rais dan Kivlan Zen yang kami anggap sebagai otak di balik kerusuhan yang terjadi pada tanggal 21 – 22 Mei 2019.

4. Mengajak kepada seluruh elemen maayarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan moril kepada Polri beserta anggotanya dalam hal menciptakam suasana yang kondusif pasca kerusuhan 21 – 22 Mei 2019 di Jakarta.

5. Meminta kepada Kapolri usut tuntas dalang aksi 21 – 22 Mei 2019.

6. Kami Front Penegak Pancasila menolak dengan tegas aksi kedaulatan rakyat (people power) yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. (S.S)