Forum Mahasiswa Indonesia Maju Desak KPK Tetapkan Sofyan Basir Tersangka

0

JAKARTA, braind.id Forum Mahasiswa Indonesia Maju DKI Jakarta sangat mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas operasi tangkap tangan (OTT) dengan tersangka Erni Saragih, Johanes Kotjo dan Idrus Marham dalam kasus PLTU Riau I, dan menyeret para tersangka ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Koordinator Lapangan Forum Mahasiswa Indonesia Maju DKI Jakarta Bily Handoko mengatakan, mendesak pihak KPK, agar aliran kasus suap tersebut dikembangkan atas dugaan keterlibatan Direktur PT PLN Sofyan Basir, yang dianggap sebagai aktor utama dari dugaan kasus megakorupsi di tubuh PLN.

“Sofyan Basir mempunyai jaringan yang kuat di kekuasaan dan KPK itu sendiri, sehingga kami perlu untuk mengawal, menuntut dan mendukung KPK, untuk tidak mundur selangkah pun terhadap usaha-usaha kelompok yang pro korupsi dan anti-KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia,” kata Bily Handoko saat memimpin aksi di depan Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya Senen, Jakarta Pusat.

Selain itu, sambung Bily, Sofyan Basir terindikasi kuat berniat ingin menguasai PLN menjadi perusahaan milik pribadi, dengan menempatkan kroni-kroni dari BRI untuk mengisi fungsi-fungsi vital perusahaan, sehingga PLN tidak dapat menjalankan proses bisnis sesuai asas good corporate governance.

“Sofyan Basir, diduga menghambat sejumlah proyek pembangkit listrik, membatalkan, direncanakan dan atau dijalankan secara semena-mena tanpa dasar yang jelas, salah satunya adalah proyek IPP PLTU Riau I di jadikan ajang korupsi,” ungkap Bily Handoko, Selasa (12/03/2019).

Diterangkan, berdasarkan fakta-fakta sebagai proses penentuan partner dimulai dari atas, terbukti dari penandatanganan PPA dilakukan sebelum LOI dan keputusan rapat direksi.

“Ada aliran dana dari investor ke oknum Komisi VII DPR-RI dan juga Sofyan Basir atau keluarganya sesuai hasil pengeledahaan KPK, ada pertemuan-pertemuan antara Sofyan Basir, investor dan oknum Komisi VII DPR-RI ketika proses sedang berjalan sesuai bukti rekaman cctv,” ujarnya.

“Sesuai dengan fakta-fakta persidangan, terungkap peran Sofyan Basir dengan Johanes Kotjo meminta bantuan kepada mantan Ketua DPR RI Setya Novanto agar diperkenalkan dengan Direktur PLN yang bisa membantunya mendapatkan proyek PLTU. Namun, Setya Novanto memerintahkan Erni Saragih membantu memfasilitasi pertemuan Johanes Kotjo dan Sofyan Basir,” jelasnya.

Bily menjelaskan alur sidang, dalam keterangannya, Sofyan Basir mengakui bertemuan dengan Erni Saragih, Johanes Kotjo dan Idrus Marham di Jalan Taman Bendungan Jatilihur II, Bendungan Hilir. Dalam pertemuan tersebut, Johanes Kotjo menyampaikan keinginan untuk menjadi rekanan proyek PLTU Riau I.

Dalam persidangan dengan terdakwa Johanes Kotjo, kata dia, majelis hakim yang membacakan pertimbangan putusan menyebutkan, Sofyan Basir sembilan kali ikut dalam pertemuan dan menentukan hasil negoisasi dengan terdakwa Johanes Kotjo, guna mencapai kesepakatan PT Gold dan PT PJB sebagai pelaksana proyek PLTU Riau I.

Lanjutnya, demikian juga pada saat sidang dengan terdakwa Erni Saragih, majelis hakim tanyakan kembali saat bersangkutan Sofyan Basir persidangan terdakwa Johanes dihadirkan sebagai saksi.

“Ini menjelaskan, bahwa dari sejumlah terdakwa yakni Johanes Kotjo, Erni Saragih, Idrus Marham dan saksi Setya Novanto, menguatkan adanya keterlibatan Sofyan Basir dan ikut menentukan pelaksana proyek PLTU Riau I,” kata Bily.

“Demi mewujudkan rasa keadilan, dan kepastian hukum, serta ketertiban hukum, maka kami mendesak KPK segera menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka, dan diadili sesuai ketentuan peraturan perundangan-undangan yang berlaku,” pungkasnya. (dade)