Dugaan Penganiayaan Almahrum Mince Yenu Masih Disidik, Ini Penjelasannya

0
AKP. Musa Jedi Purnama//RED
MANOKWARI, braind.id – Penyidik Satuan Reserse Kepolisian Resor Manokwari masih melakukan penyidikan dugaan kasus tindak pidana yang mengakibatkan korban bernama Mince Yenu meninggal dunia.
Kapolres Manokwari, AKBP. Adam Erwindi melalui Kasat Reskrim, AKP. Musa Jedi Purnama mengatakan dugaan kasus itu tidak mandek, karena sudah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi dan sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.
“Tapi memang belum ada penetapan tersangka, karena kami masih mengumpulkan barang bukti formil maupun materil,”kata Kasat Reskrim, AKP. Musa Jedi Purnama kepasa wartawan, di Mapolres, Kamis (30/01/2019).
Menurutnya, pihak keluarga korban sudah datang melakukan konfirmasi dugaan kasus tersebut sekitar 26 Januari lalu setelah menerima surat panggilannya 24 Januari 2019.
“Saksi-saksi juga sudah diperiksa tanggal 29 Januari. Jadi otomatis perkaranya masih berjalan dan tidak sekali lagi proses penyidikan dugaan kasus itu tidak mandek,”tegasnya.
Sedangkan untuk terduga pelaku, kata Kasat Reskrim, akan dipanggil untuk diperikasa setelah pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti (BB) sudah rampung.
“Ya kalau sudah kita yakini, kita akan ambil terduga pelakunya. Karena memang pada saat pemeriksaan awal, ada beberapa keterangan untuk merangkai sebuah kejadian itu yang belum kita ketemu. Jadi kita periksa beberapa saksi untuk merangkai kejadian tersebut,”sebut dia.
Dirinya mengaku bahwa memang dari pihak keluarga benar terkait hasil visum dan hasilnya sudah ada di penyidik.
“Kalau dari hasil visumnya itu ada luka lebabnya. Tapi kalau penyebab lebab dari bekas penganiayaan tentu kita harus rangkaikan dulu dari beberapa saksi. Jadi terkendalanya dari keterangan saksi dan hasil visum kita belum ketemu benang merah sebuah rangkaian,”terangnya.
Makanya, lanjut dia, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi itu. Sambungnya, jadi apabila sudah ditemukan rangkaian ceritanya dan unsur-unsur sudah terpenuhi akan ditetapkan terduganya sebagai tersangka.
“Kita juga hati-hati, jangan sampai kita salah dalam penerapan pasal terhadap pelaku. Jangan sampai kita salah menerapkan pasal dan tersangkanya dan itu yang menjadi acuan kita sebagai seorang penyidik,”tutur dia.
Dicecar terkait penerapan pasal dalam dugaan kasus tersebut, dia menyebutkan, selama ini dugaan kasus itu disebut penganiayaan, tetapi yang nantinya akan diterapkan adalah pasal penganiayaan anak dibawa umur.
“Sebenarnya korban sendiri anak dibawa umur, maka ini penganiayaan anak dibawa umur. Jadi pakainya undang-undang perlindungan anak,”jelasnya.
Oleh sebab itu, diharapkan kepada pihak keluarga korban untuk dapat menahan diri dan percayakan kepada penyidik untuk menyelesaikan perkara tersebut. seprofesional mungkin.
“Kami dari penyidik juga turut berdukacita. Namun demikian, mohon dengan sangat terhadap pihak keluarga bahwasanya penyidik diberikan semangat dan dorongan untuk mengungkap kasus ini,”pungkasnya.
Seperti diketahui, dugaan kasus ini diproses berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/480/XII/2018 Papua Barat.
Kemudian dugaan kasus tersebut terjadi di Jl. Fanindi, Kompleks Kampung Bouw, Kabupaten Manokwari. [RED/ONE]