Dua Sesepuh Batalyon Arhanudse 13/PBY Hadiri Syukuran HUT Ke-52

0

PEKANBARU braind.id – Batalyon Arhanudse 13/PBY pada Rabu (17/10) malam melaksanakan syukuran di gedung Retrofit dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke 52.

Setelah melaksanakan berbagai kegiatan sosial masyarakat diantaranya ziarah di Taman Makam Pahlawan, anjang sana yang sasarannya ke sesepuh ataupun pensiunan dari satuan batalyon arhanudse 13/pby,

melaksanakan karya bakti berupa pembersihan jalan di wilayah kelurahan maharatu, pembuatan jembatan, membantu pembangunan masjid serta pertandingan perlombaan bola voli, bulu tangkis dan parodi antara di tiga baterai dan nantinya pada tanggal (26/10) melaksanakan kegiatan donor darah di Living World Pekanbaru.

Dalam rangkaian syukuran tersebut dihadiri oleh Komandan Batalyon Arhanudse 13/PBY Mayor Arh Yosip Brozti Dadi SE, Sesepuh Batalyon Arhanudse 13/PBY yaitu Mayjen (purn) Sudiyotomo danyon Tahun 1984 hingga 1986, Brigjen (purn) Susanto yang merupakan pembawa meriam pertama dari jakarta ke pekanbaru pada tahun 1965, ibu-ibu persit, para perwira, dan seluruh prajurit serta tamu undangan tokoh masyarakat sekitarnya.

Dalam sambutan Danyon Arhanudse 13/pby Mayor Arh Yosif Brozti Dadi SE mengatakan kegiatan ini selalu dilaksanakan tiap tahunnya secara sederhana namun meriah.

“kita sangat senang, karena perayaan di tahun ini dihadiri langsung oleh para sesepuh cikal bakal dari batalyon arhanudse 13/pby. Semoga kedepannya para prajurit dapat berprestasi dan menjaga nama baik satuan ini.” ujarnya.

Selain itu, masih menurut Yosip peran anggota prajurit haruslah dapat memberikan keberanian dalam menjaga pertahanan udara dari serangan musuh.

“berikanlah yang terbaik dalam menjalankan tugas dan kewajiban. Utamakan ibadah sebagai upaya kita untuk mengingat Tuhan YME, sehingga keluarga selalu mendo’kan kita selalu.” pesannya.

Sementara itu, Brigjen (purn) Susanto yang merupakan sesepuh dalam sambutannya merasa tergugah emosinya ketika hadir kembali di batalyon arhanudse 13/pby.

“saya teringat kembali ketika pada 1965 lalu, bersama para prajurit lainnya datang dari Jakarta mau menuju ke pekanbaru harus bersusah payah. Mengingat pada waktu itu kita dikumpulkan di Dumai yaitu salah satu embarkasinya propinsi Riau, rintangan perjalanan telah kita tempuh mulai dari akses jalan yang licin sehingga kita harus menggunakan truk yang rodanya diikat rantai untuk membawa persenjataan ke batalyon arhanudse 13/pby ini.” kisahnya.

Selain itu, Brigjen (purn) Susanto sangat kagum dengan perkembangan tekhnologi saat ini. Mengingat dahulunya masih banyak kekurangan baik kondisi fisik maupun personel di batalyon ini.

“kita dulunya kantor masih numpang, jalan belum diaspal dan paling sedihnya prajurit masih tidur di tenda-tenda. Namun hal ini tidak membuat kita surut dalam menjalankan tugas negara.” ujarnya sembari membandingkan dengan situasi persenjataan dan tekhnologi yang modern saat ini.

Diakhir kegiatan, syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Danyon arhanudse 13/pby dan diberikan kepada para kedua sesepuh tersebut. (mirza)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here