Dua Pelaku Ijazah Palsu di Eksekusi Kejari Jakarta Timur

0
Keterangan foto: 2 (dua) terpidana pelaku Ijazah Palsu

JAKARTA, Braind.id Setelah mendapat dua panggilan tak kunjung datang, Tim Intelijen dan Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Timur mengamankan 2 (dua) terpidana pelaku Ijazah Palsu, Sekolah Tinggi Theologi (STT) Setia atas nama: Matheus Mangentang dan Ernawati Simbolon.

“Kedua terpidana tersebut telah dipanggil secara patut dan sah sebanyak 2 kali, pada tanggal 19-07-2019 dan tanggal 26-07-2019, namun keduanya tidak memenuhi panggilan jaksa dan berlanjut pada hari Jumat, 02-08-2019, tim  Jaksa Kejari Jakarta Timur mendatangi rumah terpidana Matheus Mangentang pun tak didapati keberadaannya,” terang Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI, Dr. Mukri, di Jakarta.

Selanjutnya, kata dia, tim intelijen Kejari Jaktim mendapat Informasi keberadaan terpidana Matheus Mangentang sedang berada di Rumah Sakit di daerah Jakarta Pusat dan dilakukan pemantauan, yang terbukti adanya keberadaan terpidana Matheus Mangentan di lokasi tersebut,

Terpidana Matheus Mangentang  langsung digiring menuju ke kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, untuk proses administrasi dan dibawa menuju ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang untuk menjalani masa hukumannya.

“Sedangkan terpidana Ernawati Simbolon (perempuan), menyerahkan diri ke Kejari Jakarta Timur dan langsung dibawa menuju Rumah Tahanan Negara (RUTAN) Pondok Bambu, Jakarta Timur,” kata Mukri.

Lanjut dia menjelaskan, Kedua terpidana itu diamankan setelah telah terbukti melakukan pemberian ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akedemik, profesi dan atau vokasi secara tanpa hak yang dilakukan oleh perseorangan, organisasi, atau penyelenggara pendidikan,

Keduanya, “dinyatakan melanggar ketentuan pasal 67 ayat (1) UU.RI. NO. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan pidana penjara selama 7 (tujuh) tahun dan denda Rp 1 miliar, subsidair 3 (tiga) bulan kurungan, berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI. NO. 3319K / Pid.Sus / 2018 tanggal 13 Februari 2018,” ungkap Mukri.

(edo/red)