Ditolak Pihak Sekolah, Ratusan Siswa Unjukrasa dan Orang Tua Murid Palang Sekolah 

22
Siswa dan orang tua saat berujukasa menuju Dinas Pendidika dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari//ONE
MANOKWARI, braind.id – Ratusan Siswa dan Siswi tamanan Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat berunjukrasa, dan melakukan pemalangan di SMP Negeri 01, Senin 2/07/2018).

Pantauan braind.id, SMPN 01 dipalang dan dikunci menggunakan rantai oleh orang tua murid. Meski, gedung sekolah sempat dilempar oleh orang tua murid yang merasa kecewa.

Kemudian, para siswa dan siswi yang melakukan unjukrasa bersama orang tua mereka melakukan longmars menuju Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari melewati Jalan Yos Sudarso dan Jalan Reremi sekitar pukul 12.00 WIT.

“Anak kami ditolak di SMP Negeri 01 dengan alasan ZONA penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD dan SMP Tahun 2018. padahal di SMP lain tidak menggunakan sistem ZONA,”kata Chris Israel Makaleuw, selaku orang tua murid yang ditemui braind.id, Senin (2/07/2018).

Menurutnya, sistem ZONA ini tidak boleh diberlakukan, karena akan membuat anak-anak usia dini yang punya niat sekola tidak memiliki keiginan sekolah, padahal mereka (siswa) ini ingin sekolah. Tetapi mereka tidak diterima, dan ini jelas akan mengecewakan mereka.

“Intinya, tidak bisa aturan nasional diberlakukan di Tanah Papua sepenuh. Ini daerah Otonomi Khusus (Otsus) dan yang jelas anak-anak asli Papua harus dipriotaskan,”sebut dia.

Disamping itu, Chris Israel Makaleuw menyarankan kepada pemerintah agar segera melihat persoalan ini secara serius, karena ini persoalan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Ya, kalau memang persoalannya hanya kekurangan ruang sekolah. Kenapa pemerintah tidak menambah ruangan di sekolah-sekolah tersebut. Jangan hanya bangun batas-batas jalan, tapi pemerintah harus priotaskan gedung-gedung pendidikan dan kesehatan,”kata dia.

Ditambahkannya, dinas terkiat juga harus punya data terkait kelulusan SD dan SMP, agar pada saat penerimaan seperti ini tidak mengecewakan anak-anak.

“Persoalan ini kan bukan baru kali ini terjadi, sudah terjadi setiap penerimaan di SD dan SMP di Manokwari. Kami sebagai orang tua memang menyadari bahwa pendidikan masih di tanah Papua masih menjadi persoalan.

Sementara Beatrix, salah satu orang tua murid mengatakan, anaknya bersama siswa lainnya setelah ditolak oleh pihak sekolah dan penerimaan. Selaku orang tua murid berinisiatif mendata para siswa yang ditolak.

“Sekali lagi suka tidak suka siswa dan siswi ini harus diterima di SMPN 01. Apalagi sebagian anak-anak asli papua dan anak usia dini wajib mendapat pendidikan,”imbuhnya.

Beatrix juga menambahkan dengan adanya persoalan tersebut secara otomatis masyarakat akan menilai pembangunan pendidik gagal di Tanah Papua. [RED/ONE]

22 KOMENTAR

  1. Heya i’m for the first time here. I found this board and I find It really useful
    & it helped me out much. I hope to give something back and help others like
    you helped me.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here