DEWAN MASJID INDONESIA (DMI) PAPUA BARAT MENGUTUK KERAS PENGEBOMAN SURABAYA

0
475
Mohamad Lakotani, SH.,M.Si. Ketua Dewan Masjid Indinesia (DMI) Papua Barat/Wakil Gubernur Papua Barat

Papua Barat, brand.id – Tragedi Bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya beberapa hari lalu, mendapat reaksi keras dari Dawan Masjid Indonesia (DMI) Papua Barat. Ketua DMI, Mohamad Lakotani, di sela-sela tugas nya sebagai Wakil Gubernur Papua Barat angkat bicara, “kami mengutuk dengan tegas tregedi bom Surabaya yang terjadi di tiga gereja pada saat Ibadah hari minggu kemarin, apa pun alasan yang di pakai, tidak dapat di benarkan, kami meminta Negara segera bertindak cepat dan tidak pandang buluh untuk mengungkapkan siapa dalang dari kelompok teroris ini,dan harus di tindak tegas.” Lakotani pun menghimbau untuk masyarakat di Papua Barat, “agar tidak terprovokasi dengan kelompok – kelompok yg tidak bertangung jawab memecah belahkan toleransi sesama anak bangsa.”

Di tempat terpisah, Muhamad Yosan, tokoh pemuda Muslim papua barat mengungkapkan, “Atas nama pemuda muslim Papua Barat kami sangat menyesalkan dan mengutuk keras pengeboman di gereja Santa Maria, GKI diponegoro, serta GPPS sawahan Arjuna. Tragedi kemanusiaan ini sangat menyayat hati kami sebagai anak bangsa apapun agamanya.
Atas kejadian tsb, pemuda Papua Barat lebih khusus pemuda muslim Papua Barat mengucapkan bela sungkawa.

M. Yosan. Fadirubun, ST. Tokoh Pemuda Muslim Papua Barat

“Kami ucapkan bela sungkawa yg sedalam-dalamnya kepada saudara kami sesama anak bangsa, yang mengalami musibah, tragedi kemanusiaan yang sangat biadab ini. Sebagai sesama anak bangsa, yang menjunjung tinggi kebinekaan bangsa yang pluralitas tentu tidak akan melakukan perbuatan keji sperti ini.

Sebagaimana pesan Rasulullah Saw. bahwasanya “kami diutus sebagai Rahmatan lil alamin, maka Kami mengajak segenap umat Islam untuk menjaga Negara dalam Hal ini propisii Papua Barat, agar tidak terprovokasi dari tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sesungguhnya,” ungkap Yosan.  (RK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here