Demo Mahasiswa Desak Kejari Usut Dugaan Korupsi Proyek UNRI

0
44

PEKANBARU, braind.id – Puluhan mahasiswa mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pekanbaru untuk mengusut sejumlah proyek di Kampus Unri yang diduga menyimpang.

Pernyataan tersebut disampaikan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Unri (AMPU) saat melakukan aksi unjuk rasa di Kejari Pekanbaru, Kamis (06/11/2018).

Aksi massa yang dikoordinator oleh Fadel Islami ini dalam orasinya menyebutkan sejumlah oknum pejabat di Unri diduga terlibat kasus dugaan tindak pidana korupsi. Korupsi itu terkait sejumlah dugaan penyimpangan proyek yang ada di lingkungan kampus.

Setelah melakukan orasi damai, akhirnya para pengunjuk rasa diterima Kasi Intel Kejari Pekanbaru, Ahmad Fuady SH.

Selanjutnya, Fadel membacakan pernyataan sikap dihadapan Kasi Intel. Ada beberapa item proyek yang diduga dikorupsi.

Diantaranya, Pembangunan Gedung B Rumah Sakit Unri senilai Rp50 miliar. Proyek ini dianggarkan dari anggaran 2015.

Pemiliharaan Waduk Praktikum Faperika Unri tahun anggaran 2018 sebesar Rp1 miliar. Proyek diduga tak selesai, bahkan sudah roboh dan diduga  merugikan negara Rp227 juta.

Pembangunan Gedung House Musik tahun anggaran 2018 senilai Rp380 juta. Gedung tak selesai, dan dari temuan BPK menimbulkan kerugian negara sebesar Rp221 juta.

Semenisasi Jalan Masuk Unri dari Gerbang Hotel Mona, Proyek renovasi gedung Pasca Fisip Unri, serta dugaan plagiat karya tulis ilmiah Syafriharto, Dekan Fisip Unri yang dimuat di Bahana mahasiswa (LPM).

‘Kami minta aparat kejaksaan untuk mengusut tuntas laporan kami. Jika tuntutan kami tak dipenuhi, kami akan melakukan aksi demontrasi dengan massa yang lebih besar lagi,” teriak massa dihadapan sejumlah pegawai kejaksaan.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Pekanbaru, Ahmad Fuady SH dihadapan para pengunjuk rasa mengatakan, laporan mahasiswa diterima dan akan dipelajari. ”Secepatnya akan kami tindak lanjuti”, ujarnya.  (Anhar Rosal)