Cair sekaligus Rp 35 miliar, Kejagung Periksa Saksi Pemberian Fasilitas

0

JAKARTA, braind.id Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI, Dr. Mukri mengungkapkan Perkembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri Kepada PT. Tanjung Siram, di Jakarta.

Mukri menjelaskan, Pada hari ini Kamis, 12 September 2019, Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung telah melakukan pemeriksaan terhadap Saksi Amran P. Nasution [Direktur Pembiayaan Korporasi & Komersial PT. Bank Syariah Mandiri Pusat tahun 2019]

dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian fasilitas pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri kepada PT. Tanjung Siram.

“Saksi Amran P. Nasution diperiksa kapasitasnya selaku komite pemutus level 5 terkait dengan pemberian fasilitas pembiayaan yang diajukan oleh PT. Tanjung Siram,” terang Mukri.

Lalu Mukri menguraikan, Dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut, pada tahun 2009 PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Perdagangan Simalungun Sumatera Utara memberikan pembiayaan kepada PT. Tanjung Siram,

dimana dalam pemberian pembiayaan yang semestinya dicairkan secara bertahap namun, dilakukan pencairan sekaligus sebesar Rp. 35. miliar.

dengan agunan yang tidak mencukupi untuk fasilitas pembiayaan selama 7 (tujuh) tahun hanya sebesar Rp. 931.000.000,

“kemudian pembiayaan mengalami kategori kolektibilitas 5 pada tahun 2014 dan agunan tidak cukup untuk pengembalian pinjaman sehingga, diduga dapat mengakibatkan kerugian keuangan negara,” ungkap Mukri.

(Edo/Red)