Brigjend Pol Dr.Agung Makbul S.H,M.H menjadi narasumber acara Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia

0
Braind.id, jakarta-Brigjend Pol Dr.Agung Makbul,S.H,M.H ( Karosunluhkum Divkum Polri ) . di undang oleh Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia ( PP-INI ) dan sekaligus menjadi narasumber dalam acara Pelatihan peningkatan kemampuan dan untuk perlindungan anggota dalam menghadapi kasus hukum pada hari kamis 2 november 2017 pukul 13.30 – 15.30 bertempat di gedung kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.. Dalam rangka meningkat kan pemahaman Anggota mengenai permasalahan hukum yang dapat terjadi dalam menjalan kan tugas jabatan notaris , serta merealisasikan salah satu program kerja pengurus pusat ikatan notaris Indonesia .serta di dalam prosedur dan proses penyilidikan dan penyidikan sebagai saksi atau tersangka terhadap notaris , serta penyitaan dan penggeladahan terhadap protokol notaris sampai tahap penyerahan berkas dan tersangka kepada penuntut umum ( Jaksa ) . di dalam sela selesai nya acara Brigjend Pol. Agung Makbul menuturkan di dalam kurang kesempurnaan di dalam UU , perlu nya di buat MoU di dalamnya salah satu sinergi antara kelembagaan dan kementrian serta organisasi masyarakat karna tidak terlodai di dalam UU , di dalam substansi MoU nya itu tidak melanggar UU yang sudah ada, karna UU lebih tinggi dari pada MoU . sesuai UU no.12 TH 2011 tentang pembentukan peraturan Perundang-undangan sebagai penganti UU no.10 TH 2004.. dan yang membuat MoU tersebut harus team work yang menekuni bidang tersebut . sebagai mana mesti nya penyebaran sosialisasi MoU melalui pusat ke bawahnya, Brigjend Pol. Dr. Agung Makbul mengatakan siap membantu mensosialisasikan sampai tingkat bawah.
Dengan teknis sistem prayon atau sumbaser karna itu salah adalah satu trik yg harus di buat untuk menjemput bola sampai tingkat bawah..
di dalam penyidik bertindak berdasarkan perkap no ; 14 TH 2012 yang salah satu dibuat oleh Divkum tentang menejement penyidikan, apabila penyidik memiliki keraguan apa itu pidana atau perdata maka di lakukan minimal 2 kali gelar perkara, gelar perkara juga dapat di hadiri 5 sakral 1;Irwasda , 2;Propam , 3 ;Divkum 4; Reskrim , 5; SDM
Sumber : http://www.investigasibhayangkara.com (dengan koreksi seperlunya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here